Dari dan Untuk Masyarakat, Sekelompok Remaja di Yogyakarta Gelar Pasar Gratis di 19 Titik

Selain menyediakan kebutuhan pokok, para remaja dari berbagai kalangan ini juga menyediakan nasi bungkus, sembako bahkan di Pasar Gratis

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Miftahul Huda
Suasana di lapak Pasar Gratis Jalan Kaliurang, Minggu (24/1/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN- Di tengah pandemi COVID-19 yang belum dapat diketahui kapan akan berakhir, muncul segelintir anak muda yang berusaha meringankan beban masyarakat.

Para kaum muda di Kota Yogyakarta ini membuat semacam pasar darurat bernama Pasar Gratis.

Aneka barang kebutuhan di antaranya baju bekas, sepatu, buku-buku bacaan, dan kebutuhan sehari-hari lainnya.

Selain menyediakan kebutuhan pokok, para remaja dari berbagai kalangan ini juga menyediakan nasi bungkus, sembako bahkan di Pasar Gratis tersebut juga menyediakan tensi darah dan jasa cukur rambut.

"Sebenarnya ini awalnya hanya dari nongkrong-nongkrong saja sih. Dan memang dasarnya kami solidaritas. Kolektif lah," Kata salah satu relawan Pasar Gratis, Flora, Minggu (24/1/2021).

Baca juga: Capaian Realisasi Fisik dan Keuangan Menurun, Bupati Magelang Ingatkan Sejumlah OPD  

Baca juga: Malini, Tak Hanya Produk Lilin Beraroma Tapi Sekaligus Kampanyekan Produk Kreatif Ramah Lingkungan

Ia menjelaskan, prinsip Pasar Gratis tersebut untuk saling membantu dan meringankan kebutuhan masyarakat di tengah pandemi.

Sementara barang-barang yang dijajakan, Flora mengatakan barang tersebut merupakan donasi dari masyarakat sekitar.

"Barang-barangnya hasil dari donasi warga. Daripada tidak terpakai ya mereka didonasikan ke kami untuk disalurkan kepada yang membutuhkan," tegas dia.

Pasar Gratis sendiri sudah dimulai sejak bulan September lalu. Ada 19 tempat yang sering dijadikan lapak bagi para relawan gerakan sosial tersebut.

Namun mobilitas Pasar Gratis yang dikelola oleh mahasiswa dan kalangan lain tersebut tidak dapat dipastikan.

Kebetulan saat Minggu sore mereka menggelar lapak di Jalan Kaliurang, atau sekitar kampus Universitas Gajah Mada (UGM).

"Ada 19 titik totalnya. Yang sudah pernah kami jadikan tempat itu di Suryotomo, Janti dan tempat lain," ungkap dia.

Remaja putri ini menambahkan, paling banyak mobilitas mereka dijatah seminggu dua kali.

Mereka mengumpulkan donasi dari masyarakat dan dikembalikan kembali kepada masyarakat yang membutuhkan.

Alasan menggelar Pasar Gratis tersebut lantaran para remaja ini merasa resah dengan adanya pandemi COVID-19 mematikan mata pencaharian pekerja informal.

Sehingga para relawan Pasar Gratis ini tergerak untuk membantu sesama.

Meskipun mereka berkeyakinan bahwa seharusnya beban sosial menjadi tanggung jawab pemerintah.

"Kami bisa mengapresiasi pemerintah ketika tanggung jawab pemerintah dipenuhi ya. Tapi bisa dilihat sendiri tanggung jawab tersebut belum terpenuhi secara merata. Ada yang mendapatkan bantuan, ada yang tidak. Makanya Pasar Gratis itu ada," ujarnya.

Para pegiat sosial ini bergerak melalui jejaring media sosial dengan akun instagram @pasargratis.jogja.

Mereka menerima donasi via direct message (DM) instagram dan kontak akun melalui twitter @partisjogja.

"Termasuk permintaan kebutuhan ya kami infokan melalui akun medsos kami. Kebanyakan ya kebutuhan pokok yang diminta, obat-obatan juga. Tapi dari sekian banyak permintaan, paling sering kami dengar banyak yang membutuhkan pekerjaan," paparnya.

Pasar Gratis sendiri tak hanya berada di Yogyakarta.

Flora menegaskan, gerakan sosial serupa juga ada di kota lain misalnya Bogor, Bandung dan kota besar lainnya.

Para pegiat sosial ini pun masih belum mengetahui sampai kapan Flora dan beberapa rekan lainnya akan meluangkan waktu untuk membantu sesama di tengah kesulitan masyarakat menghadapi pandemi.

"Ya mungkin sampai masyarakat kembali bersemangat untuk bertahan di tengah pandemi," ungkap Flora.

Baca juga: BABAK I Juventus 1-0 Bologna: Tendangan Terpeleset Arthur Bawa Unggul Juve

Baca juga: AC MILAN: Jawaban Tajam Ibrahimovic Saat Diejek Striker Atalanta soal Tendangan Penalti

Sementara itu, salah satu warga Suparno mengaku terbantu dengan kehadiran Pasar Gratis tersebut.

Pria yang bekerja sebagai tukang tambal ban di sekitar Jalan Kaliurang itu merasa sedikit lega dengan kehadiran remaja pegiat sosial yang satu ini.

"Ya senang, merasa terbantu. Kerjaan sepi tiba-tiba ada yang nawarkan nasi gratis sama kebutuhan pokok di sana," katanya.

Ia mengatakan, sejak pandemi masuk ke DIY, dirinya mengaku sudah dua kali menemui aksi dari remaja yang menggelar Pasar Gratis tersebut. (hda)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved