Breaking News:

Belajar Tatap Muka Ditunda, Disdik Klaten Maksimalkan Zoom Meeting untuk Pembelajaran Jarak Jauh

Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten akan tetap menggelar pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada awal Februari 2021 mendatang.

TRIBUNJOGJA/ Almurfi Syofyan
Kepala Dinas Pendidikan Klaten, Wardani Sugiyatno 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten akan tetap menggelar pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada awal Februari 2021 mendatang.

Sebelumnya, Disdik Klaten telah berencana untuk menggelar belajar tatap muka di sekolah pada awal Februari 2021 mendatang.

Hanya saja, karena diperpanjangnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga 8 Februari 2021, maka pelaksanaan belajar tatap muka di sekolah urung dilakukan.

Baca juga: Live Streaming Juventus vs Bologna Tayang Melalui Channel RCTI+

Baca juga: BPPTKG: Erupsi Gunung Merapi Diprediksi Efusif ke Barat Daya, Probabilitas Eksplosif 20 Persen

"Ya kalau sudah ada instruksi dari Mendagri (Perpanjangan PPKM), kita ikuti sesuai perintah. Kemungkinan batal belajar tatap muka di awal Februari," ujar Kepala Dinas Pendidikan Klaten, Wardani Sugiyanto pada Tribun Jogja, Minggu (24/1/2021).

Untuk tetap menunjang program PJJ, diakui Wardani, pihaknya telah meminta guru-guru dan pihak sekolah untuk menyiapkan alat-alat multimedia dalam menyukseskan program PJJ kali ini.

"Beberapa minggu ini saya sudah mengedukasi kawan-kawan untuk mempersiapkan alat multimedia agar pembelajaran daring lebih efektif," katanya.

Ia mencontohkan, pada proses PJJ sebelumnya sudah berjalan dengan baik.

Namun beberapa di antaranya masih ada PJJ dilaksanakan via aplikasi perpesanan.

"Kali ini kami dorong untuk diefektifkan pakai zoom meeting sehingga tidak ada loss learning," imbuhnya.

Baca juga: Peta Sebaran 11.788 Kasus Baru COVID-19 Hari Ini: DKI Jakarta, Jawa Barat, Jateng, DIY 210 Orang

Baca juga: UPDATE Virus Corona 24 Januari: Bertambah 11.788, Total Jumlah COVID-19 Indonesia 989.262 Orang

Permintaan untuk memaksimalkan PJJ itu, tidak hanya bagi pelajar di SMP. Namun juga untuk siswa SD dan PAUD.

"Iya, itu semuanya ditingkat PAUD juga. PAUD itu kan lebih menarik kalau pakai zoom meeting. Apalagi jika ada penjelasan-penjelasan," jelasnya.

Wardani juga mengatakan jika zoom meeting tersebut hanya akan dilakukan sebanyak dua mata pelajaran saja setiap harinya.

"Hal itu karena anak tidak boleh terlalu lama di depan layar HP, laptop atau komputer. Maksimal itu hanya 1,5 jam, terutama siswa SD dan PAUD," tandasnya. (Mur)

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Kurniatul Hidayah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved