Kisah Mbak Charly Bule Pedagang Mie Ayam yang Viral di Yogyakarta
Charlotte Peeters atau yang akrab disapa Mbak Charly, bule yang berjualan mie ayam di Yogyakarta belakangan viral di media sosial.
Penulis: Fatimah Artayu Fitrazana | Editor: Iwan Al Khasni
Charlotte Peeters atau yang akrab disapa Mbak Charly, bule yang berjualan mie ayam di Yogyakarta belakangan viral di media sosial. Charly bersama suaminya membuka warung bakso dan mi ayam yang berlokasi di Jalan Moses Gatotkaca Ruko B21, Mrican bernama Bakso Mie Ayam Telolet.
Tribunjogja.com | Fatimah Artayu Fitrazana
ASAL mula viralnya bule yang berjualan mie ayam ini adalah dari video yang diunggah oleh akun kuliner @jogjataste.
Selanjutnya ramai di-repost oleh akun-akun lain dan makin banyak ditonton.
Ditemui Tribun Jogja di sela-sela melayani pembeli di warungnya, Charly mengaku sempat kaget karena dirinya menjadi viral.
"Kaget! Karena ekspektasi tidak seviral seperti itulah," katanya, Kamis (21/1/2021).
Ibu dua anak ini kemudian menceritakan bahwa awalnya dia dan sang suami memiliki usaha di bidang tour and travel juga penyewaan motor.
Namun karena pandemi Covid-19, bisnisnya mulai seret.
Akhirnya mereka memutuskan untuk mencari bisnis sampingan dan pilihan pun dijatuhkan pada usaha kuliner berjualan bakso dan mi ayam.
Tempat yang dipakai sebagai warung dulunya difungsikan sebagai garasi penyewaan motor dan tempat inap karyawan.
Berhubung bisnisnya sedang vakum, mereka menyulapnya menjadi warung makan sederhana yang menjual menu bakso dan mi ayam.
"Kami sudah punya pengalaman kuliner mi ayam, tetapi dulu mi ayam Sumatra. Kami cari makanan yang semua orang bisa makan," jelas Charly yang sudah fasih berbahasa Indonesia.
Selain memilih kuliner mi ayam karena banyak digemari masyarakat, Charly ingin mi ayamnya bisa dinikmati seluruh kalangan.
Untuk itu harga mi ayam di warung Bakso dan Mie Ayam Telolet ini juga sangat terjangkau, yaitu mulai dari Rp 7 ribu saja per porsinya.
"Karena kami sendiri juga merasakan pandemi bisa sampai separah begini, yang paling penting semua harus murah, semua orang bisa ikut makan," ungkapnya.
Wanita asal Belanda ini juga mengatakan bahwa dia awalnya menjual mi ayamnya seharga Rp 5 ribu saja.
"Kebetulan suami saya suka bakso banget, saya suka mi ayam. Mi ayam dan bakso cocok untuk jualan bersama," katanya menjelaskan mengapa memulai berbisnis kuliner.
Charly menjelaskan, saat membuka warung ini, hanya ada tiga orang yang turun tangan, yaitu dirinya sendiri, suami, dan seorang juru masak.
Namun sejak hari ini, beberapa anggota keluarga juga turut membantu di warung.
Sebelum viral, Charly mengaku penjualan di warungnya cenderung fluktuatif.
Dia menyebut kadang terjual 10 porsi, kadang juga 50 porsi,
Charly mengatakan, "Kadang satu hari bisa jualan lumayan, satu hari bisa sepi sekali. Untuk kami paling penting survive. Ya ada hari di mana kami tombok atau rugi, tapi paling penting tetap buka."
"Sejak viral, Alhamdulillah kami bilang sudah boleh nambah jualan. So, sekarang ya sudah bisa sampai 100 porsi sehari," kata Charly.
Harga makanan di warung Bakso Mie Ayam Telolet mulai dari Rp 7.000 untuk menu Mie Ayam hingga Rp 15.000 untuk menu Mie Ayam Bakso Jumbo.
Menu paling laris di warung ini adalah Mie Ayam Bakso (Rp 12 ribu) dan ada juga menu lainnya yang tak kalah menarik dicoba, misalnya Miyago (mi ayam goreng) dengan kisaran harga yang sama.
Sementara menu baksonya berkisar antara Rp 9.000 hingga Rp 16.000 saja. Untuk minumnya dibanderol dengan harga Rp 1.000 - 3.000 saja.
Tak lupa para pembeli juga bisa menambah ekstra tambahan seperti sawi, ceker, ayam, pangsit, tetelan, bakso, dan nasi putih. ( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kisah-mbak-charly-bule-pedagang-mie-ayam-yang-viral-di-yogyakarta.jpg)