Breaking News:

Kota Yogya

Sudah 10 Toko di Malioboro Gulung Tikar, PPMAY Minta Pemerintah Pertimbangkan Perpanjangan PPKM

Pemilik toko memilih tutup lantaran kebijakan yang dikeluarkan pemerintah dinilai menyulitkan pengusaha di kawasan Malioboro.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Miftahul Huda
Pelaku usaha di kawasan Malioboro keberatan adanya perpanjangan PPKM, Kamis (21/1/2021). 

Sementara untuk kawasan lainnya masih belum sepenuhnya diterapkan.

Bahkan ada yang masih tetap buka hingga melebihi pukul 19.00.

"Kenapa yang ditekankan tutup jam 19.00 hanya di kawasan cagar budaya saja. Kami ini pengusaha swasta. Kalau yang sudah tidak dapat bertahan ya akan menjual asetnya," ungkap Karyanto.

Baca juga: Pedagang Malioboro Tidak ingin Ada Perpanjangan Kebijakan Pembatasan Jam Operasional

Keprihatinan yang sama juga dirasakan Ketua Paguyuban Kusir Andong Malioboro, Purwanto karena sebelum adanya COVID-19 terdapat 536 andong yang beroperasi di DIY.

Semenjak munculnya kebijakan pembatasan kegiatan tersebut saat ini masih ada sisa 465 andong.

"Yang benar-benar tidak bisa bertahan atau sudah tidak beroperasi itu sudah ada 37 andong. Sementara sisanya hampir tidak bisa bertahan," katanya.

Ia berharap pemerintah memperhatikan nasib para kusir andong tersebut lantaran saat ini banyak dari mereka yang beralih profesi, bahkan tak sedikit yang benar-benar tidak memiliki pekerjaan apa pun.

Adanya kebijakan perpanjangan PPKM kali ini menjadi beban tambahan lantaran Purwanto dan para kusir andong lainnya menggantungkan penghasilannya kepada wisatawan yang memakai jasa andong miliknya.

"Kalau diperpanjang ya nambah sepi. Sekarang saja kami keleleran tidak bisa apa-apa. Bantuan juga belum ada sekarang," pungkasnya.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved