Breaking News:

Nasional

Setelah Vaksin Sinovac, BPOM dan Kemenkes Uji Keamanan Vaksin Pfizer

Kementrian Kesehatan dan BPOM akan melakukan pengujian terlebih dahulu vaksin buatan Pfizer-BioNTech untuk pastikan keamanannya

SHUTTERSTOCK/Nixx Photography
Ilustrasi vaksin Covid-19 yang dikembangkan Pfizer dan Moderna berbasis teknologi genetik yang disebut mRNA (messenger RNA). 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Setelah mengeluarkan izin penggunaan darurat vaksin covid-19 Sinovac, Pemerintah melalui Kementrian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan melakukan pengujian terlebih dahulu vaksin buatan Pfizer-BioNTech.

Pemerintah akan memastikan keamanan hingga efektifitas vaksin covid-19 buatan Pfizer-BioNTech tersebut.

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengatakan pemerintah akan memastikan terlebih dahulu keamanan, kehalalan dan efektifitas vaksin tersebut.

Hal ini merespons kabar 33 lansia di Norwegia yang meninggal dunia usai disuntik vaksin tersebut.

"Yang pasti bahwa pemerintah Indonesia melalui Menkes (Menteri Kesehatan) dan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) akan mengevaluasi itu," kata Moeldoko di kantornya, Rabu (20/1/2021).

Moeldoko mengatakan, sebelum vaksin disuntikkan ke masyarakat, pemerintah akan lebih dulu memastikan 3 hal yakni keamanan, kehalalan, dan efektivitas vaksin.

Tiga hal tersebut menjadi patokan utama pemerintah sebelum mempertimbangkan harga vaksin dan lain sebagainya.

"Yang paling penting aman dulu, yang kedua halal, yang ketiga efektivitas," ujarnya.

Baca juga: Soal Vaksinasi COVID-19, DPRD DI Yogyakarta Nilai Tak Perlu Ada Sanksi-sanksi

Baca juga: Dianggap Melanggar HAM, LBH Yogyakarta : Vaksinasi Tidak Boleh Dipaksakan kepada Masyarakat

Dalam menentukan keamanan vaksin, Moeldoko yakin, BPOM dan Kementerian Kesehatan bakal mengevaluasi berbagai kejadian vaksinasi dari negara lain, termasuk kasus kematian 33 lansia di Norwegia.

Hasil evaluasi dari berbagai kejadian itu lah yang ke depan akan menentukan apakah vaksin Covid-19 dari Pfizer bakal digunakan di Indonesia atau tidak.

Halaman
12
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved