Breaking News:

Gempa Magnitudo 7.0 Guncang Sulawesi Utara Malam Ini, Berikut Penjelasan BMKG

Menurut rilis dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, gempa magnitudo 7.0 berpusat di Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.

IST
Ilustrasi gempa bumi di Indonesia 

TRIBUNJOGJA.COM - Gempa bumi berkekuatan 7,0 magnitudo mengguncang Sulawesi  Utara, Kamis (21/01/2021) pukul 20.23 Wita.

Menurut rilis dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, gempa berpusat di Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.

Tepatnya di 4.94 LU, 127.40 BT kedalaman 125 kilometer (km).

Lokasi berjarak 134 km TimurLaut Melonguane, 259 km TimurLaut Tahuna, 334 km Timur Laut Ondong,

465 km TimurLaut Ternate, 2.598 km TimurLaut Jakarta.

Menurut Stasiun Geofisika Manado, BMKG, gempa ini tidak berpotensi tsunami.

"Tidak berpotensi tsunami", ujar Kepala Stasiun Geofisika Manado Tony Agus Wijaya.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Manado Edward Henry Mengko menyebutkan, hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo 7,0.

"Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 4,94 LU dan 127,44 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 132 kilometer arah timur laut Kota Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara pada kedalaman 119 kilometer," ujarnya lewat pesan singkat saat dikonfirmasi.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Filipina.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Dia menuturkan, guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Melonguane, Tahuna, Ondong IV MMI. Lalu, Manado, Bitung III MMI.

Galela , Gorontalo, Morotai, Halmahera Utara, Halmahera Barat II-III MMI, Bolaang Uki II MMI, dan Ternate, Sofifi, Halmahera Tengah I-II MMI.

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," kata Edward. Hingga kini, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

( tribunnews/ kompas.com ) 

Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved