Imbas Perbelakukan PSTKM, Tingkat Kunjungan Wisatawan ke Kabupaten Bantul Menurun Drastis
Penurunan tersebut merupakan imbas dari Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PSTKM) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Bantul turun drastis.
Penurunan tersebut merupakan imbas dari Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PSTKM) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Annihayah, mengatakan dari tanggal 11 Januari hingga 17 Januari 2021, Kabupaten Bantul menerima 16.300 wisatawan.
Wisatawan paling banyak ke Kabupaten Bantul pada hari Sabtu dan Minggu.
"Jumlah wisatawan turun sekali. Jumlah segitu (16.300) kalau tahun lalu (2020) cuma kunjungan saat weekend (akhir pekan). Jumlah kunjungan tujuh hari sama dengan kunjungan dua hari saar normal (tidak diberlakukan PSTKM),"katanya saat dihubungi wartawan, Senin (18/01/2021).
Baca juga: BREAKING NEWS : Hilang 4 Hari, Warga Bantul Ditemukan Tewas di Dalam Gorong-gorong
Baca juga: BPBD Bantul OTT Tawon Vespa di 309 Titik Selama 2020
Ia melanjutkan rata-rata kunjungan per hari selama PSTKM adalah 1.700.
Jumlah tersebut cukup signifikan jika dibandingkan dengan jumlah kunjungan saat normal yang mencapai 5.000 wisatawan per hari.
Pantai Parangtritis rupanya masih menjadi destinasi andalan Kabupaten Bantul, termasuk pada saat penerapan PSTKM.
"Paling banyak dikunjungi Parangtritis, lainnya nyenyet (sepi),"lanjutnya.
Baca juga: Mayoritas Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Bantul Jalani Isolasi Mandiri
Baca juga: MEMPRIHATINKAN, Begini Kondisi Jembatan Tengulan-Cembing di Bantul yang Butuh Perbaikan
Terkait menurunnya jumlah wisatawan, pihaknya belum berani melakukan promosi pariwisata.
Sebab saat ini masih diterapkan PSTKM. Promosi pariwisata akan kembali dilakukan setelah PSTKM berakhir.
"Bagaimana mau promosi, wong dibatasi. Tren pegowes (pesepeda) juga turun karena mulai hujan. Paling ya cuma kuliner, karena kan orang cenderung makan di luar, tetapi kan jam operasional juga dibatasi,"tambahnya. (*)