Jelang Tahun Baru Imlek, Harga Ikan Bawal Laut di Bantul Mulai Melonjak
Di pesisir pantai selatan Bantul, harga bawal laut itu saat ini sudah menyentuh Rp 250 ribu perkilogram.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Permintaan ikan bawal putih secara perlahan mulai tinggi, mendekati perayaan tahun baru China atau Imlek, yang jatuh pada 12 Februari 2021 mendatang.
Akibatnya, harga pun melambung tinggi.
Di pesisir pantai selatan Bantul, harga bawal laut itu saat ini sudah menyentuh Rp250 ribu perkilogram.
"Tingkat pelelangan ikan di pantai Samas, harga Bawal laut dengan berat satu kilogram Rp250 ribu. Harga terendah, ukuran 2 ons, Rp80 ribu," ujar Mugari, seorang nelayan di Pantai Samas, Sabtu (16/1/2021).
Menurutnya, Bawal laut merupakan salah satu ikan primadona ekspor. Khususnya ke negara Tiongkok.
Alhasil, setiap mendekati perayaan Imlek, harganya dipastikan tinggi.
Tak heran, setiap menjelang Imlek, seiring musim hujan, nelayan di pesisir selatan Bantul selalu berburu ikan dengan nama latin Pampus argenteus itu.
Hal ini berbeda dengan ikan Layur maupun Tengiri.
Meski sama-sama menjadi andalan ekspor namun cenderung masih stabil harganya,
Harga ikan layur berada di kisaran Rp28 ribu perkilogram. Sementara Ikan tengiri Rp35 ribu perkilogram.
Mugiri mengatakan, saat musim penghujan di bulan Desember, Januari hingga memasuki awal musim kemarau, merupakan waktu yang tepat berburu Ikan Layur, Tengiri hingga Bawal Putih.
Namun, angin kencang dan tingginya gelombang laut menjadi kendala yang sulit diprediksi.
"Dalam satu minggu kadang tiga hari gelombang bersahabat. Tapi tiga hari berikutnya terjadi gelombang besar dan angin kencang," ujar warga Soge, Srigading, Sanden itu.
Sementara itu, nelayan pantai Samas lainnya, Mistok, mengungkapkan menjelang Imlek pada tahun 2020 lalu, nelayan pesisir pantai selatan banyak yang tidak bisa menikmati keuntungan dari panen ikan bawal laut.
Sebab, saat itu sedang gempar awal kemunculan virus corona. Sehingga ekspor ikan Bawal laut ke Tiongkok terkendala.
Alhasil, ikan hasil tangkapan nelayan yang seharusnya untuk pasar ekspor dibuat untuk pasar lokal.
"Karena tidak bisa diekspor otomatis harganya jatuh,"ungkap dia.
Menurutnya, menjelang Imlek tahun ini harganya sudah kembali normal.
Pedagang yang biasa melayani perusahaan ekspor sudah berani membeli ikan bawal laut dengan harga tinggi. (*)