Prediksi Rupiah Terhadap Dollar dan Harga Emas Jumat 15 Januari 2021
Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik pada Jumat (15/1/2021).
Tribunjogja.com JAKARTA --- Harga Emasbatangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik pada Jumat (15/1/2021).
Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 956.000.
Harga emas Antam ini naik Rp 1.000 dari harga dengan harga Kamis (14/1) pada Rp 955.000 per gram.
Sementara harga buyback emas Antam juga naik Rp 1.000 ke level Rp 838.000 per gram pada hari ini dari harga buyback kemarin pada Rp 837.000.

Berikut harga emas batangan Antam dalam pecahan lainnya per Jumat (15/1) dan belum termasuk pajak:
1. Harga Emas 0,5 gram: Rp 528.000
2. Harga Emas 1 gram: Rp 956.000
3. Harga Emas 5 gram: Rp 4.555.000
4. Harga Emas 10 gram: Rp 9.055.000
5. Harga Emas 25 gram: Rp 22.512.000
6.Harga Emas50 gram: Rp 44.945.000
7. Harga Emas 100 gram: Rp 89.812.000
8. Harga Emas 250 gram: Rp 224.265.000
9. Harga Emas 500 gram: Rp 448.320.000
10. Harga emas 1.000 gram: Rp 896.600.000
Keterangan:
Logam Mulia Antam menjual emas dan perak batangan dalam beberapa ukuran berat (misalnya 1 gram, 2 gram, dan 500 gram).
Biasanya harga per gram emas Antam akan berbeda tergantung berat batangnya.
Perbedaan ini terjadi karena ada biaya tambahan untuk pencetakan, sehingga harga per gram emas Antam batang kecil lebih mahal dari batang yang lebih besar.
Harga yang ada di sini adalah harga per gram emas batang 1 kilogram yang biasa dijadikan patokan pelaku bisnis emas.
Analisis Rupiah
Pergerakan rupiah di pasar spot berpotensi kembali menguat pada akhir pekan ini.
Head of Economics Research Pefindo Fikri C Permana mengungkapkan, sentimen eksternal dan internal masih mendukung pergerakan rupiah untuk hari ini (15/1).

Fikri bilang, faktor utama bagi rupiah datang dari hasil pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada Kamis (14/1) malam dan pidato Gubernur Bank of Japang (BoJ) Haruhiko Kuroda pada pagi ini.
Jika kedua pimpinan bank sentral ini memberikan pernyataan yang positif, maka peluang aset berisiko seprerti rupiah untuk menguat dapat terbuka lebar.