Breaking News:

Kabupaten Magelang

Pemkab Magelang Batasi Jam Operasional Restoran, Rumah Makan dan Kafe Hanya Sampai Pukul 19.00 WIB

Pemkab Magelang memberlakukan pembatasan kegiatan di bidang pariwisata dalam upaya pengendalian Covid-19.

TRIBUNJOGJA/ Rendika Ferri
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi. 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Pemkab Magelang memberlakukan pembatasan kegiatan di bidang pariwisata dalam upaya pengendalian Covid-19.

Kunjungan wisatawan, jam operasional restoran, rumah makan dan kafe dibatasi. Meski tak turut dalam daerah PPKM, Kabupaten Magelang melakukan hal serupa seperti di daerah lain.

Pengaturan itu tertuang dalam surat edaran (SE) nomor: 556/039/19/2021 tentang petunjuk teknis pemberlakuan pembatasan kegiatan untuk pengendalian COVID-19 pada bidang pariwisata Kabupaten Magelang oleh Sekda Kabupaten Magelang, tanggal 9 Januari 2021.

SE ini menindaklanjuti SE dari Gubernur Jawa Tengah nomor: 443.5/0000431 tanggal 8 Januari 201 tentang petunjuk teknis pemberlakuan pembatasan kegiatan untuk pengendalian COVID-19 pada bidang pariwisata.  

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi, mengatakan, seluruh pelaku bidang pariwisata termasuk restoran, depot dan warung makan diharapkan dapat melaksanakan poin-poin dalam surat edaran.

“Kami imbau patuh terhadap edaran tersebut salah satunya adalah jam operasional atau jam bukanya dibatasi sampai dengan jam 19.00. Kami mohon pengertiannya untuk bersama-sama menekan kasus positif di Kabupaten Magelang,” katanya, Rabu (13/1/2021).

Baca juga: Jalani Rapid Test Antigen, Bupati Sleman Nyatakan Siap Disuntik Vaksin Covid-19

Baca juga: Detik Detik Dokter Menyuntik Vaksin Covid 19 ke Presiden Joko Widodo, Begini Reaksi dan Ceritanya

Poin-poin yang ada di SE tersebut yakni seluruh usaha pariwisata wajib menerapkan protokol kesehatan lebih ketat; membatasi jumlah kunjungan dan jam operasional pada seluruh usaha pariwisata meliputi usaha restoran, rumah makan, kafe; pembatasan maksimal 25 persen dari kapasitas normal dan jam operasional restoran, rumah makan, kafe sampai pukul 19.00 WIB.

Daya tarik wisata dibatasi maksimal 30 persen dari kapasitas normal dan jam operasional dibatasi sampai pukul 17.00 WIB dengan jeda untuk sterilisasi.

Usaha jasa akomodasi mewajibkan tamu menunjukkan surat keterangan negatif hasil rapid test antigen yang masih berlaku.

Gerakan citizen journalism diterapkan. Partisipasi masyarakat dilaksanakan dalam pengawasan terhadap seluruh usaha pariwisata yang melanggar protokol kesehatan melalui kanal media massa.

Seluruh usaha pariwisata yang melanggar akan ditindak tegas berupa penutupan sementara selama 3 hari guna evaluasi lebih lanjut.

Nanda mengatakan, SE ini bukan melarang masyarakat beraktivitas, tetapi hanya membatasi usaha rumah makan, restoran dan depot soal jam operasional sampai dengan pukul 19.00 WIB.

Ia berharap SE dapat dipatuhi bersama-sama dalam rangka untuk menekan kasus positif.

“Mohon pengertian dan pemahaman terlebih dahulu sampai dengan tanggal 25 Januari 2021. Kami mohon dapat dipatuhi dan dilaksanakan bersama-sama,”ujarnya.(Tribunjogja/Rendika Ferri Kurniawan)

Penulis: Rendika Ferri K
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved