Pebasket Bank BPD DIY Bima Perkasa Isman Thoyib Tularkan Pengalaman ke Pemain Muda
Muhammad Isman Thoyib menjadi satu di antara pebasket senior yang dimiliki Bank BPD Bima Perkasa musim ini.
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM - Muhammad Isman Thoyib menjadi satu di antara pebasket senior yang dimiliki Bank BPD Bima Perkasa musim ini.
Segudang pengalaman yang ia miliki, tentu diharapkan dapat mendongkrak prestasi tim basket kebanggaan masyarakat Yogyakarta ini.
Disadari betul oleh Isman Thoyib, hal tersebut menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab besar yang harus ia emban di Bima Perkasa musim ini.
"Experience yang ingin kita bagikan ke rekan setim khususnya yang lebih muda banyak sih, misal dari segi permainan yang nggak mau kalah, terus setiap bermain itu punya keinginan besar untuk juara. Pengalaman-pengalaman itu saya mau tanamkan ke pemain-pemain muda di Bima Perkasa. Mindset itu yang harus ditanamkan," ujar Isman Thoyib.
"Dengan pebasket senior, tentunya harus tetap respect. Tetapi, jiwa kompetitifnya di lapangan itu harus tetap ditanamkan," lanjut pebasket yang memiliki postur 2,03 meter ini.
Baca juga: Bank Indonesia : Masyarakat Lebih Memilih Mengoleksi Uang Jadul dari pada Menukarkannya
"Tantangannya banyak sih, saya punya keinginan tim kebanggan Yogyakarta ini berprestasi. Sebagai pebasket, nggak mungkin dong kita punya target hanya sekadar untuk bermain? Tetapi keinginan terbesar saya yakni membuat Kanca Bima bangga timnya dapat prestasi tertinggi," tambahnya.
Sekadar informasi, IBL 2021 yang seharusnya digulirkan mulai 15 Januari merupakan ajang comeck bagi Isman Thoyib setelah memutuskan pensiun pada 2018 lalu seusai mengantarkan CLS Knights meraih juara.
Sebetulnya, kembalinya Isman Thoyib dari masa pensiun bukan untuk pertama kalinya.
Sebab pada 2013 silam, ia pernah menyatakan pensiun namun kembali lagi di musim berikutnya.
Di pentas basket Tanah Air, tak ada yang meragukan pengalaman pria asal Klaten ini. Bagaimana tidak, Isman Thoyib tercatat sukses menjadi juara di dua klub berbeda di pentas basket Tanah Air, bersama CLS Knights Surabaya di IBL 2016 dan Stapac pada IBL 2018.
Tak hanya itu, ia juga membawa Aspac menjadi juara IBL 2002, 2003, dan 2005. Jadi total cincin juaranya ada enam, lima bersama Aspac/Stapac dan satu dengan CLS.
"Tentu saja ada kekecewaan karena IBL 2021 harus ditunda, tetapi harus tetap semangat. Jangan karena ini ditunda, kemudian putus asa. Justru ini menjadi kesempatan untuk melakukan persiapan tim kita lebih matang lagi. Mempersiapkan semuanya secara maksimal," ujar Isman Thoyib.
"Kalau comeback, rasanya pasti exited ya. Jujur memang saya beberapa kali pensiun, kemudian memutuskan main lagi soalnya mungkin ada panggilan dari hati, passionnya juga masih di basket. Kemudian ini juga menjadi pengalaman baru bersama tim yang baru, di kota yang juga baru, pokoknya semuanya bikin exited lah," tambahnya.
Basket Jadi Jalan Hidup Bagi Isman Thoyib
Selain terus berlatih rutin demi bersama Bima Perkasa, Isman Thoyib juga memiliki tanggung jawab lainnya yakni sebagai ASN di Dinas Kepemudaan Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah bertugas di Program Pemusatan Latihan Olahraga Pelajar (PPLOP). Sekadar informasi, program ini bertujuan membina para atlet muda.
Ya, diakui Isman Thoyib, basket adalah jalan hidupnya. Sebab melalui olahraga basket, menjadi jalan bagi Thoyib untuk membahagiakan oramngtua dan keluarga, menambah ilmu pengetahuan, bahasa asing, menambah teman, dan hal menarik lainnya.
Bahkan, karena menjadi pemain basket yang berprestasi di klub, Thoyib berkesempatan mendapat beasiswa untuk kuliah di Filipina selama 2 tahun hingga diterima sebagai ASN berkat kontribusinya di level timnas.
"Ada peribahasa from zero to hero, mungkin itu menggambarkan karier saya yang benar-benar dimulai dari nol, dari tidak punya apa-apa. Tujuan saya main basket itu untuk membahagiakan dan bikin bangga orang tua, keluarga. Apa yang kita kasih ke orang tua, InsyaAllah hasilnya kembali lagi ke kita dan lebih banyak lagi," ujar Thoyib.
"Kemudian melalui basket saya dapat banyak teman, kita bisa sharing, jadi yang didapat dari basket ini lebih dari sekadar materi," lanjutnya.
Baca juga: Calon Tunggal Kapolri Pilihan Jokowi, Ini Deretan Kasus Besar Yang Diungkap Komjen Listyo Sigit
"Kalau jadi ASN itu kan bentuk reward karena saya dulu merupakan pemain nasional tahun 2007. Kemudian mendapatkan izin dari Pak Ganjar Pranowo (Gubernur Jateng), untuk tetap dapat bermain di klub profesional. Pesan beliau, yakni harus bawa harum nama Jawa Tengah melalui prestasi di basket," tambahnya.
Kendati usianya kini tak lagi muda untuk ukuran atlet, Isman Thoyib optimistis masih dapat bersaing dengan pebasket lainnya. Ia pun tak lupa berbagi kiat menjaga kondisi fisik agar tetap prima.
"Sebagai atlet, massa ototnya pasti juga berbeda. Pasti kita tidak bisa hanya diam atau malas-malasan. Meskipun cuma lari sebentar, atau mungkin ngegym satu jam, itu diusahakan secara rutin. Tentunya kondisi fisik kita akan selalu fit, apalagi di tengah kondisi saat ini, juga harus konsumsi vitamin, makan makanan yang bergizi, jaga pola makan, itu membantu jaga kondisi kita sebagai atlet pastinya," ungkap Isman Thoyib.
Selain itu, Isman juga berbagi kiat kepada bibit pebasket Indonesia agar masa pertumbuhan bisa maksimal.
"Pertama asupan makanan harus bagus. Di luar negeri, asupan makanan bagi atlet di usia dini benar-benar dijaga. Hindari makan-makanan berminyak, dan perbanyak konsumsi makanan berprotein," pesan Isman.
Kedua, lanjut Isman, yang tak kalah penting ialah pola istirahat yang cukup. Berikutnya ialah olahraga yang teratur.
"InsyaAllah apabila dilakukan bersinergi, dilakukan terencana dan bagus, pertumbuhan juga bisa maksimal," ujarnya.
Biodata
Nama Lengkap : Muhammad Isman Thoyib
Tempat/tanggal lahir : Klaten, Jawa Tengah, 18 Agustus 1983
Klub : Bank BPD DIY Bima Perkasa. (Han)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/rekrutan-anyar-bima-perkasa-isman-thoyib.jpg)