Kabupaten Klaten

Muncul Akun Facebook Pakai Nama Sri Mulyani, Pemkab Klaten: Itu Palsu

Jagat dunia maya di Kabupaten Klaten digemparkan dengan kemunculan satu akun Facebook yang mencatut nama Bupati Klaten Sri Mulyani.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Hari Susmayanti
Diskominfo Klaten
Penampakan tangkapan layar akun facebook yang mencatut nama Bupati Klaten, Sri Mulyani 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN  - Jagat dunia maya di Kabupaten Klaten digemparkan dengan kemunculan satu akun Facebook yang mencatut nama Bupati Klaten Sri Mulyani.

Akun facebook itu, selain bernama Sri Mulyani juga menggunakan foto profil orang nomor satu di Klaten tersebut.

Padahal, Bupati Klaten Sri Mulyani tidak pernah memerintahkan seseorang atau memberikan kuasa untuk membuat akun Facebook dengan nama tersebut.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika (Kominfo) Klaten, Amin Mustofa menegaskan kalau  Bupati Klaten Sri Mulyani tidak punya akun media sosial facebook.

Dipastikan akun facebook atas nama Bupati Klaten Sri Mulyani itu palsu.

Dibuat oleh orang lain tanpa sepengetahuan Bupati Klaten.

"Tadi pagi (Selasa, 12/01/2021) Bupati sudah menyampaikan pesan secara pribadi bahwa beliau tidak punya akun media sosial Facebook. Apalagi dengan nama Sri Mulyani. Untuk diketahui masyarakat, kalau pemerintah dan Bupati Klaten tidak bertanggungjawab terhadap konten yang diposting di akun Facebook tersebut.  Masyarakat diminta untuk memblokir saja," ujarnya.

Baca juga: Pemkab Klaten Bangun Gedung Megah Miliaran Rupiah, Sri Mulyani : Kami Akan Menamainya Grha Megawati

Baca juga: Nekat Standing Motor di Jalan Raya, Pemuda Ini Kena Getahnya, Motor Oleng Lalu Tabrak Tiang Listrik

Ditambahkan Amin, saat ini Sri Mulyani hanya memiliki dua akun media sosial, yakni twitter di alamat @yanisunarno dengan follower 9 ribu dan instagram @yani_sunarno dengan follower sekitar 44 ribu.

"Edukasi terkait penggunaan media sosial juga penting dalam arti masyarakat harus bertanggungjawab atas konten media yang diunggah. Apalagi menggunakan akun palsu mengatasnamakan orang lain. Itu tidak boleh sekaligus tidak bertanggung-jawab," tegasnya.

Ia mengatakan jika Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten akan membuat kajian hukum terkait pencatutan nama tersebut.

"Kalau ada pelanggaran hukum, pemerintah tidak menutup kemungkinan melakukan upaya hukum.  Yang terpenting kita semua harus jujur bermedia sosial dan tahu batasan-batasan hukumnya," pungkas Amin.

Informasi yang dirangkum Tribun Jogja dari penelusuran akun Facebook atas nama Sri Mulyani dengan konten postingan aktifitas Bupati Klaten itu yang dibuat pada tahun 2004 dengan follower 1.071 orang.

Postingan  terakhir tercatat tanggal 17 September 2020 dengan kegiatan penyemprotan disinfektan oleh Bupati Klaten Sri Mulyani. (Tribunjogja/Almurfi Syofyan)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved