Jawa Barat

Kisah Kapolres Sumedang Selamatkan Diri Dari Terjangan Longsor, Pecahkan Kaca Lalu Masuk Masjid

Bencana tanah longsor menerjang Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat

Editor: Hari Susmayanti
KOMPAS.com/AAM AMINULLAH
Masjid An-Nur di Desa Cihanjuang tetap kokoh berdiri, di tengah puing bangunan rumah, Senin (11/01/2021). Masjid ini menjadi tempat berlindung personel gabungan dan masyarakat saat terjadi longsor susulan, Sabtu (10/01/2021) petang. 

TRIBUNJOGJA.COM, SUMEDANG - Detik-detik menegangkan saat menyelamatkan diri dari terjangan tanah longsor dialami oleh Kapolres Sumedang, AKBP Eko Prasetyo Robbyanto saat memantau bencana tanah longsor di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung pada Minggu (11/1/2021) malam.

AKBP Eko berhasil menyelamatkan diri dari terjangan material longsor setelah masuk ke dalam sebuah masjid.

Peristiwa bencana tanah longsor tersebut setidaknya menewaskan 13 orang.

Video detik-detik terjadinya longsor susulan yang menggambarkan personel gabungan termasuk Kapolres bersama tim Humas Polres Sumedang, keluarga korban longsor, dan para jurnalis pun viral di media sosial.

Video tersebut direkam oleh salah seorang anggota Humas Polres Sumedang.

"(Di video) kalau lihat lengan dan jas hujan warna kuning cerah itu saya dan itu suara saya. Posisi papan tulis itu ada di dekat jendela yang saya pecahkan, yang banyak timbunan material," ujar Eko kepada Kompas.com berbagi kisah yang dialaminya di Posko Utama di SMAN Cimanggung, Minggu (10/1/2021).

Tiba-tiba ada suara gemuruh

Eko mengatakan, awal kejadian ia bersama tim dari Polres Sumedang tiba di lokasi kejadian pada Sabtu petang pukul 18.45 WIB.

"Saya tiba (di lokasi longsor) sekitar 18.45, lalu saya cek lokasi longsor pertama. Hasil pemantauan saat itu, 18 unit rumah tersapu longsor dan dua unit rumah saat itu tengah ada penghuninya dengan masing-masing rumah ada empat jiwa," tutur Eko.

Kemudian, kata Eko, timnya bersama para jurnalis kembali ke posko di Masjid An-Nur, yang berlokasi di ujung lereng paling bawah, berjarak 150 meter dari lokasi longsor pertama, untuk mematangkan rencana evakuasi dan mendata identitas penghuni.

"Tiba-tiba, ada suara gemuruh yang keras diikuti lantai yang bergetar. Semua berlarian ke segala arah, saya termasuk yang paling terlambat lari karena ke dalam masjid pintu sudah berebutan untuk masuk, menyusuri setapak masjid dan sudah penuh orang, mereka jatuh, dan saling bertindihan," ujar Eko.

Baca juga: Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan Positif Covid-19, Berstatus OTG, Jalani Isolasi di Rumah Sakit

Baca juga: UPDATE KABAR Sriwijaya Air : Satu Korban Teridentifikasi Laki Laki Dewasa Domisili Kramat Jati

Pecahkan kaca jendela, lalu lompat ke dalam masjid

Melihat hal itu, kata Eko, ia akhirnya berinisiatif memecahkan kaca jendela masjid, dengan tujuan membuat jalan baru.

"Setelah kaca jendela dipecahkan, saya loncat ke dalam masjid diikuti beberapa wartawan," tutur Eko.

Ketegangan yang dirasakan, kata Eko, tak hanya sampai di situ.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved