Update Corona DI Yogyakarta

Kapasitas Rumah Sakit Menipis, Wakil Bupati Gunungkidul Mohon Warga Patuhi PSTKM

Kabupaten Gunungkidul termasuk salah satu wilayah di Pulau Jawa yang diminta melaksanakan pembatasan aktivitas masyarakat

Tayang:
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Alexander Ermando
Wakil Bupati Immawan Wahyudi di Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Gunungkidul beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Kabupaten Gunungkidul termasuk salah satu wilayah di Pulau Jawa yang diminta melaksanakan pembatasan aktivitas masyarakat terbatas oleh pemerintah pusat.

Persiapan pun sudah dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab).

Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi mengungkapkan ada sejumlah indikator yang membuat wilayah ini masuk dalam pembatasan.

Hal itu diketahui setelah rapat koordinasi (rakor).

"Berdasarkan rakor, terungkap bahwa rasio kesembuhan hingga ketersediaan tempat tidur RS di Gunungkidul tak mencapai syarat minimal," jelas Immawan, Minggu (10/01/2021).

Baca juga: AC Milan 2-0 Torino: Stefano Pioli Sudah Pede tentang Kebangkitan Rossoneri

Baca juga: UPDATE Covid-19 DI Yogyakarta : Terjadi Penambahan 282 Kasus Baru Hari Ini

Menurut informasi yang dihimpun Tribun Jogja, tingkat kesembuhan COVID-19 secara nasional berada di kisaran 80 persen.

Sedangkan ketersediaan tempat tidur RS untuk isolasi disyaratkan minimal 70 persen.

Namun berdasarkan data terkini, terungkap bahwa angka kesembuhan COVID-19 Gunungkidul per 10 Januari ini mencapai 69,54 persen.

Sedangkan kapasitas RS per 8 Januari 2021 sudah melampaui 90 persen.

"Perkembangan kasus COVID-19 saat ini kian meningkat, sedangkan fasilitas juga terbatas," jelas Immawan.

Melihat kondisi tersebut, ia pun meminta warganya untuk mematuhi Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PSTKM).

Pelaksanaan PSTKM berlangsung pada 11-25 Januari 2021.

Tak hanya masalah kapasitas RS rujukan menipis, Immawan menyebut angka kasus meninggal dunia juga ikut meningkat.

Salah satunya pernah dilaporkan ada 2 kasus meninggal dunia dalam 1 hari.

"Saya minta pada seluruh warga, jika tidak ada kepentingan mendesak mohon kurangi aktivitas di luar rumah," katanya.

Baca juga: Perjuangan Ibu-Ibu di Bausasran Yogyakarta, Rintis Soto Batok 30 untuk Geliatkan Ekonomi Keluarga

Baca juga: Cegah Kerumunan, Warga Panggang 3 Gunungkidul Sepakat Tak Gelar Kenduri Sementara Waktu

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved