Insiden Capitol AS Diserbu, Twitter Tutup Akun Donald Trump Selama 12 Jam

Setelah tweet dihapus, akunnya akan tetap terkunci selama 12 jam tambahan

Editor: Iwan Al Khasni
Jon Cherry/Getty Images/AFP
Sekelompok pengunjuk rasa pro-Trump mengibarkan Bendera Amerika raksasa di halaman Barat Gedung Capitol pada 6 Januari 2021 di Washington, DC. Massa pro-Trump menyerbu Capitol sebelumnya, memecahkan jendela dan bentrok dengan petugas polisi. 

Tribunjogja.com Amerika -- Twitter memperingatkan akun Trump akan menangguhkan permanen akun Presiden Trump.

Pihak twitter melalui postingannya menyebutkan, pada Selasa malam telah menghapus dua tweet Presiden Trump, termasuk pesan videonya kepada orang Amerika sebagai tanggapan atas penyerbuan Capitol AS, karena pelanggaran berulang dan berat terhadap Civic Integrity policy."

Akun Trump akan tetap dikunci sampai dia menghapus tweet tersebut, kata platform media sosial itu.

Setelah tweet dihapus, akunnya akan tetap terkunci selama 12 jam tambahan, dikutip Tribunjogja.com dari Twitter Safety.

Presiden telah berulang kali menuduh Twitter dan platform teknologi lainnya melakukan sensor.

Bulan lalu, Trump memveto RUU pengeluaran militer karena tidak termasuk ketentuan untuk mencabut Pasal 230, yang melindungi platform media sosial dari tanggung jawab atas posting pihak ketiga. Hak veto tersebut kemudian dibatalkan di Kongres.

Massa pro-Trump menyerbu Capitol  memecahkan jendela dan bentrok dengan petugas polisi. Pendukung Trump berkumpul di ibu kota negara hari ini untuk memprotes ratifikasi kemenangan Electoral College Presiden terpilih Joe Biden atas Presiden Trump dalam pemilu 2020
Massa pro-Trump menyerbu Capitol memecahkan jendela dan bentrok dengan petugas polisi. Pendukung Trump berkumpul di ibu kota negara hari ini untuk memprotes ratifikasi kemenangan Electoral College Presiden terpilih Joe Biden atas Presiden Trump dalam pemilu 2020 (Jon Cherry/Getty Images/AFP)

Ulah Pendukung Trump

Melansir Kontan, ratusan pendukung Presiden Donald Trump nekad menyerbu masuk Gedung Capitol Amerika Serikat (AS) pada Rabu (6/1/2020).

Kelompok itu dalam upaya membatalkan kekalahan Trump dalam pemilu November 2020 lalu.

Serangan massa pendukung Trump memaksa Kongres AS menunda sesi yang akan mensertifikasi kemenangan Presiden AS terpilih Joe Biden.

Reuters melaporkan, dengan senjata terhunus dan gas air mata, polisi mengevakuasi anggota parlemen dan berusaha membersihkan Gedung Capitol dari pengunjuk rasa, yang menerobos aula Kongres dalam adegan mengejutkan yang disiarkan di seluruh dunia.

Seorang pengunjuk rasa menduduki panggung Senat dan berteriak: "Trump memenangkan pemilihan itu."

Para pengunjuk rasa membalikkan barikade dan bentrok dengan polisi ketika ribuan orang turun ke halaman Gedung Capitol.

Video menunjukkan pengunjuk rasa memecahkan jendela dan polisi menyebarkan gas air mata di dalam gedung.

Kepala Polisi Metropolitan Washington Robert Contee mengatakan, para perusuh menggunakan bahan kimia yang mengiritasi untuk menyerang polisi. Beberapa polisi terluka dan satu warga sipil ditembak.

Sumber: Kontan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved