Bisnis
Harga Kedelai Melonjak, Stok Tempe di Pasar Tradisional di Kota Yogyakarta Makin Menipis
Berdasarkan hasil pemantauan sejak Senin (4/1/2021) lalu, tempe mulai sulit dijumpai di pasar-pasar tradisional di Kota Yogya.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Melonjaknya harga kedelai dalam beberapa waktu terakhir berdampak pada makin minimnya stok tempe di sejumlah pasar tradisional di Kota Yogyakarta.
Mulai dari Pasar Beringharjo, hingga pasar Prawirotaman.
Kabid Ketersediaan Pengawasan dan Pengendalian Perdagangan, Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Sri Riswanti mengatakan, berdasarkan hasil pemantauannya, sejak Senin (4/1/2021) lalu, tempe mulai sulit dijumpai di pasar-pasar tradisional di wilayahnya.
Ia memaparkan, saat ini, pedagang tempe paling banyak bernaung di Pasar Prawirotaman, dengan total 25 penjual.
Baca juga: Pemda DIY Sudah Siapkan 5000 Hektare Lahan untuk Kedelai Lokal
Sementara di Pasar Beringharjo, jumlahnya jauh lebih sedikit, atau hanya sekitar lima pedagang saja.
Namun, karena minim stok, seluruhnya pulang lebih awal.
"Dampaknya untuk pedagang tempe mulai Senin kemarin sudah tidak banyak dagangannya. Jadi, pagi itu sudah selesai, jam 10.00 sudah pulang," katanya, Rabu (6/1/2021).
"Kemudian, di Pasar Beringharjo beberapa hari ini tempe ukuran plastik juga sudah jarang ditemui, sudah enggak ada. Kalau tahu, masih ada itu," imbuh Riswanti.
Sejauh ini, pihaknya masih berupaya mengantisipasi, agar dampak dari kenaikan kedelai impor tersebut tidak semakin berlarut dan menyusahkan masyarakat.
Baca juga: Disperindag DIY Sebut Harga Kedelai Impor dan Lokal Naik Melebih Harga Acuan
Satu di antaranya adalah menjalin koordinasi dengan agen.
"Mungkin, nanti kita akan segera melangkah ke sana ya, hari ini atau besok," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pedagangan Kota Yogyakarta, Yunianto Dwisutono menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan pemantauan ke gudang distributor kedelai, sesuai dengan arahan Kementerian Perdagangan.
"Yang penting agar bisa segera stabil di harga Rp9.000, yang sebelumnya sempat naik Rp11.000 per kilogram. Kami akan mulai incharge besuk pagi bersama jajaran, melakukan pendataan," pungkasnya. ( Tribunjogja.com )