Bisnis

Antisipasi Tingginya Harga Kedelai, Perajin Tempe di Kota Yogyakarta Mulai Memperkecil Ukuran

Perajin tempe di Kota Yogyakarta dipaksa memutar otak untuk mengantisipasi lonjakan harga bahan baku kedelai belakangan ini.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Ilustrasi tempe 

TRIBUNJOGJA.COM - Perajin tempe di Kota Yogyakarta dipaksa memutar otak untuk mengantisipasi lonjakan harga bahan baku kedelai, yang sudah terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Memperkecil ukuran tempe pun dipilih agar banderol di pasaran tidak ikut naik.

Satu di antara perajin tempe di Kota Yogyakarta, Sutrisno mengatakan, kenaikan harga kedelai tersebut, jelas sangat berpengaruh pada operasionalnya.

Tetapi, perajin tempe 'Hj Tukirah' itu mengakui, kenaikan harga bahan baku semacam ini lumrah terjadi setiap awal tahun.

Baca juga: Harga Kedelai Melonjak, Stok Tempe di Pasar Tradisional di Kota Yogyakarta Makin Menipis

"Biasanya setiap awal mau tahun baru itu harga kedelai ada kenaikan. Iya, tapi, sepertinya baru kali ini, naiknya agak tinggi," kata Sutrisno, Rabu (6/1/2021).

Walau begitu, ia memastikan, harga tempe yang dijualnya tidak ikut meroket, dimana sejauh ini, masih berada di kisaran Rp1.000, sampai Rp4.000.

Akan tetapi, sebagai konsekuensi lonjakan harga bahan baku, otomatis ukuran tempe yang dibuatnya sekarang jadi lebih kecil.

"Tempe yang kami jual kan ada yang seribuan, dua ribuan, tiga ribuan, empat ribuan, macam-macam itu. Harga tetap ya, ukuran yang agak dikurangi," ujarnya.

Baca juga: Tahu dan Tempe Sempat Kosong Selama Dua Hari di Pasar Kranggan Yogyakarta

Dengan harga kedelai yang tak kunjung melandai, pihaknya pun terpaksa mengurangi tingkat produksi hariannya.

Benar saja, saat ini, Sutriso hanya sanggup memproduksi 20-22 kilogram tempe sehari.

Padahal, sebelumnya, ia dapat menghasilkan 25 kilogram per hari.

"Kalau kesulitan (bahan baku) sih enggak, cuma keuangan saja. Barangnya ada, tapi harganya tinggi. Harapan kami, ya segera turun lah harganya, karena kalau tinggi seperti ini pengrajin repot," pungkasnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved