Breaking News:

DIY

Ketua Komisi D DPRD DIY : Pemda DIY Harus Cari Solusi Tangani Sampah di Yogyakarta

Jumlah produksi sampah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami penurunan pada perayaan Tahun Baru.

TRIBUNJOGJA.COM / Nanda Sagita Ginting
Petugas kebersihan kota Yogyakarta sedang memindahkan sampah ke truk pengangkut di depo Lempuyangan, pada Rabu (23/12/2020) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Jumlah produksi sampah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami penurunan pada perayaan Tahun Baru.

Penurunan sampah diklaim karena pembatasan jam kunjungan wisawatan.

Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY , Koeswanto mengatakan, penurunan sampah tidak sepenuhnya karena adanya kebijakan dari pembatasan jam kunjungan wisatawan.

"Ya, tentu saja ada pengaruh dari kebijakan yang diterapkan kemarin. Namun, faktor lain seperti hujan deras yang mengguyur pada malam tahun baru turut mempengaruhi mobilitas masyarakat sehingga membuat produksi sampah semakin kecil," jelasnya kepada Tribunjogja.com, pada Minggu (03/01/2021).

Berkaca dari hal itu, politisi PDIP tersebut berharap Pemda DIY bisa mengambil pelajaran untuk menentukan metode yang tepat dalam menangani permasalahan sampah di Yogyakarta.

Baca juga: Pendaki Asal Surabaya Tewas Terjatuh ke Dasar Jurang di Gunung Rinjani

Baca juga: Geger, 6 Ular Kobra Jawa Ditemukan di Sekitar Pemukiman Warga, Waspada, Masih Ada Ular Lainnya

Sehingga, masalah klasik mengenai sampah bisa menemukan solusi.

"Jadi, harus ada evaluasi dari kebijakan kemarin. Bagaimanapun, Pemda DIY harus segara  mengambil langkah untuk mengatasi masalah sampah," ujarnya.

Ia pun menyarankan, agar Pemda DIY bisa menggandeng pihak ketiga untuk mengelola sampah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis.

Misalnya, mengubah sampah menjadi pupuk organik yang bisa dimanfaatkan untuk pertanian.

"Saat ini sedikit sekali jumlah tanah pertanian produktif. Penggunaan pupuk kimia berlebihan menjadi salah satu penyebabnya, membuat hasil panen menjadi kurang baik. Kalau saja ini bisa diatasi dengan mengolah sampah menjadi pupuk organik tentu jauh lebih ekonomis dari semua sisinya," pungkasnya. (Tribunjogja/Nanda Sagita Ginting)

Penulis: Nanda Sagita Ginting
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved