Data Covid 19
Data Kasus COVID-19 Kerap Berbeda, Kadinkes Gunungkidul Sebut Sistem Belum Baik
Menurutnya perbedaan data kasus Covid-19 pasti terjadi tiap hari. Tak hanya antara kabupaten dan provinsi, tapi hingga ke pusat.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Laporan harian perkembangan kasus COVID-19 di Kabupaten Gunungkidul kerap mengalami perbedaan dengan data dari Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Bahkan selisih perbedaannya bisa signifikan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul Dewi Irawaty perbedaan itu disebabkan oleh berbagai faktor.
"Salah satunya karena sistem yang tersedia belum begitu baik dan memadai," jelas Dewi pada Minggu (03/01/2021).
Menurutnya perbedaan data kasus Covid-19 pasti terjadi tiap hari. Tak hanya antara kabupaten dan provinsi, tapi hingga ke pusat.
Ia pun menyebut pembahasan mengenai kendala itu sudah dilakukan sebelumnya.
Dewi mengatakan perbedaan data ini masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah pusat. Sebab, ada jeda waktu dalam proses distribusi data kasus COVID-19 secara berjenjang.
"Meski ada perbedaan data tapi dipastikan tidak ada data yang hilang," katanya menegaskan.
Per 3 Januari ini, Kabupaten Gunungkidul mencatatkan 880 kasus konfirmasi positif COVID-19 secara kumulatif.
Sebanyak 304 kasus dalam perawatan, 547 kasus sembuh, dan 29 kasus meninggal dunia.
Selama libur akhir tahun, laporan penambahan paling signifikan terjadi di 25 Desember dengan 40 kasus baru. Menyusul pada 27 Desember dengan 24 kasus baru.
"Hari ini ada 6 kasus baru konfirmasi positif, 9 kasus sembuh, dan 1 meninggal dunia yang sedang dalam pelacakan Puskesmas," jelas Dewi.
Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi meminta warganya tidak menganggap remeh penyebaran kasus COVID-19.
Sebab begitu terpapar, maka akan ada rasa yang tidak nyaman bagi penderitanya.
Menurutnya, para pasien dalam perawatan mendapatkan gejala yang cukup berat. Pada sisi lain, proses perawatan pun membutuhkan biaya tak sedikit.
"Karena itu bagi yang masih sehat sebisa mungkin menjaga diri dan orang lain dari paparan, dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat," kata Immawan beberapa waktu lalu.
(*/alx/ Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-gunungkidul_20180731_185434.jpg)