Registrasi Ulang Penerima Vaksin COVID-19 Setelah Terima SMS Lewat Jalur Ini
Vaksin COVID-19 akan mendapatkan SMS lagi dari PEDULI COVID Aplikasi PeduliLindungi Web https://pedulilindungi.id panggilan ke *119#
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Tribunjogja.com Yogyakarta -- Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 akan dilakukan setelah vaksin COVID-19 mendapatkan izin penggunaan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Pada tahap awal ini, Vaksin COVID-19 akan diberikan kepada seluruh tenaga kesehatan termasuk tenaga penunjang yang ada di fasilitas pelayanan kesehatan.
Vaksin COVID-19 tahap awal juga akan diberikan kepada sebagian tenaga pelayanan publik yang rawan terpapar COVID-19.
Calon penerima Vaksin COVID-19 akan mendapatkan SMS lagi dari PEDULI COVID untuk diarahkan melakukan registrasi ulang secara elektronik melalui:
• Aplikasi PeduliLindungi
• Web https://pedulilindungi.id
• Melakukan panggilan ke *119#
Bagi tenaga kesehatan atau tenaga penunjang yang ada di fasilitas pelayanan kesehatan yang belum mendapat SMS atau namanya belum terdaftar saat melakukan cek NIK, dapat melengkapi data:
NAMA
NIK
ALAMAT
NO HP
TIPE NAKES dan dilengkapi dengan SURAT KETERANGAN dari Kepala FASYANKES yang menerangkan Anda adalah NAKES dari FASYANKES terkait ke email vaksin@pedulilindungi.id.
Kasus di Yogyakarta
Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengumumkan penambahan kasus baru sebanyak 233 kasus positif Covid-19, pada Jumat (1/1/2021).
Dengan tambahan kasus Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi 12.388 kasus terkonfirmasi.
Distribusi kasus paling banyak berasal dari Kabupaten Sleman sebanyak 107 kasus, Bantul 31 kasus, Kulon Progo 3 kasus, Gunungkidul 23 kasus, dan Kota Yogyakarta ada 69 kasus.
Untuk distribusi kasus berdasarkan riwayat dari tracing kontak kasus positif sebanyak 108 kasus, periksa mandiri 67 kasus, skrining karyawan kesehatan 1 kasus, perjalanan luar daerah 1 kasus dan 56 kasus sisanya belum ada info.
Juru bicara penanganan Covid-19 DIY Berty Murtiningsih melalui keterangan tertulisnya menambahkan, sembuh di DIY pada hari ini sebanyak 112 kasus.
Sehingga total kasus sembuh hingga hari ini sebanyak 8.287 kasus.
Sedangkan untuk penambahan kasus meninggal karena Covid-19 di DIY hingga Jumat (1/1/2021) berdasarkan laporan sebanyak 13 kasus.
Total kasus meninggal menjadi 273 kasus dengan rincian sebagai berikut:
1. Kasus 7370 : Perempuan, 48 th, Bantul
2. Kasus 8230 : Laki laki, 61 th, Kota Yogyakarta
3. Kasus 11588 : Perempuan, 57 th, Bantul
4. Kasus 11654 : Laki laki, 84 th, Bantul
5. Kasus 11692 : Perempuan, 66 th, Bantul
6. Kasus 11920 : Laki laki, 62 th, Bantul
7. Kasus 11960 : Perempuan, 74 th, Kota Yogyakarta
8. Kasus 12012 :Laki laki, 65 th, Bantul
9. Kasus 12189 : Laki laki 55 th, Gunung Kidul
10. Kasus 12390 : Laki laki, 84 th, Bantul
11. Kasus 12391 : Laki laki, 63 th, Gunung Kidul
12. Kasus 12392 : Perempuan, 73 th, Gunung Kidul
13. Kasus 12393 : Laki laki, 91 th, Gunung Kidul
Untuk penggunanan tempat tidur jenis critical, lanjut Berty, dari total ketersediaan sebanyak 64, saat ini masih ada sisa 18. Sehingga total penggunaan mencapai 45 tempat tidur.
Sedangkan untuk tempat tidur jenis non critical, dari total ketersediaan sebanyak 577, saat ini tersisa hanya 69, sehingga penggunaan mencapai 508 tempat tidur.
Sementara penambahan jumlah sampel diperiksa hari ini sebanyak 1.302 dan jumlah orang diperiksa sebanyak 1.228.
"Sehingga jumlah total sampel diperiksa sebanyak 152.873, dan jumlah total orang diperiksa mencapai 131.804," pungkasnya.
Kasus di Kulon Progo
Total angka positif Covid-19 di Kabupaten Kulon Progo pada Jumat (1/1/2021) mencapai 1065 kasus.
Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulon Progo, Baning Rahayujati mengatakan gugus tugas penanganan Covid-19 pada hari ini mencatat ada penambahan pasien yang terpapar Covid-19 sebanyak 55 kasus.
"Seluruh pasien itu tersebar di 9 kapanewon yaitu Sentolo, Wates, Kalibawang, Kokap, Lendah, Pengasih, Galur, Temon dan Nanggulan," kata dia, Jumat (1/1/2021).
Menurut riwayat penyebarannya kata Baning yang memiliki riwayat dengan pasien Covid-19 sebelumnya ada 40 orang, hasil rapid reaktif 6 orang, pelaku perjalanan 4 orang, dalam penelusuran 4 orang dan riwayat penyakit anosmia 1 orang.
"Sedangkan seorang pasien yang sembuh ada KP-669," ucapnya.
Ia melanjutkan untuk dua orang pasien probable yang meninggal seorang laki-laki asal Sogan, Wates dan seorang perempuan asal Sidorejo, Lendah.
Dengan total kasus positif tersebut, Baning merinci 28 orang isolasi di rumah sakit, 282 orang isolasi mandiri, 737 orang sembuh dan 18 orang meninggal.
Vaksin
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan melakukan percepatan pelaksanaan vaksinasi COVID-19.
Kemenkes bergerak cepat dengan melakukan koordinasi dengan beberapa perusahaan penyedia vaksin diantaranya Sinovac, Novavax, AstraZeneca, Pfizer, dan COVAX/GAVI.
Dilansir Tribunjogja.com dari Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI, Sinovac merupakan vaksin dari Tiongkok, Novavax dan Pfizer dari Amerika Serikat, AstraZeneca dari Inggris, dan COVAX/GAVI yang diinisiasi oleh aliansi vaksin Gavi serta didukung Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (CEPI).
Dari kelima jalur pengadaan vaksin tersebut telah diperoleh jumlah dosis yang diberikan untuk Indonesia.
Diperkirakan jumlahnya mencapai 400 juta dosis.
Jumlah ini akan diupayakan untuk ditambah, mengingat untuk mencapai kekebalan kelompok, dibutuhkan kurang lebih sebanyak 468,8 juta dosis vaksin yang diperuntukkan bagi 181,5 juta jiwa.
“Kita memastikan bahwa kita bisa mengamankan jumlah tersebut,” tutur Menteri Kesehatan BGS Gunadi Sadikin dalam keterangan pers yang disiarkan di Kanal Youtube Sekretariat Presiden pada Selasa (29/12/2020).
BGS merinci dari 400 juta dosis tersebut, 100 juta dosis vaksin berasal dari Sinovac, 100 juta dosis dari Novavax, 100 juta dosis vaksin dari AstraZeneca, dan 100 juta dari Pfizer.
“Diharapkan vaksin-vaksin ini bisa datang secara bertahap ke Indonesia dan kita bisa segera melakukan penyuntikan bagi seluruh rakyat Indonesia yang 181 juta orang,” imbuhnya. ( Tribunjogja.com | Hda | Scp | Iwe )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/registrasi-ulang-penerima-vaksin-covid-19-setelah-terima-sms.jpg)