Breaking News:

Kabupaten Magelang

Sebagian Pengungsi Merapi di Magelang yang Pulang ke Rumah Memilihs Kembali ke Tempat Pengungsian

Sebagian Pengungsi Merapi di Magelang yang Pulang ke Rumah Memilihs Kembali ke Tempat Pengungsian

Tribunjogja/Rendika Ferri Kurniawan
Pengungsi dari Dusun Babadan I, Desa Paten, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang yang pulang ke rumah dari TEA Banyurojo, Mertoyudan, Magelang, Senin (14/12/2020) lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Sebagian warga lereng Merapi yang pulang ke rumahnya akhirnya memilih untuk kembali ke pengungsian pada Minggu (27/12/2020).

Mereka memilih untuk kembali ke pengungsian di Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang.

Saat ini tercatat ada 212 pengungsi yang masih bertahan di dua tempat pengungsian di Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang.

Berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Magelang, Minggu (27/12/2020) pukul 06.00 WIB, ada 212 jiwa pengungsi di dua titik pengungsian di Balai Desa Deyangan dan Tempat Evakuasi Akhir (TEA) Mertoyudan, Kabupaten Magelang.

Ada penambahan pengungsi sebanyak 11 jiwa dari Dusun Babadan 2, Desa Paten, Kecamatan Dukun, yang kembali ke Tempat Evakuasi Akhir (TEA) Mertoyudan, Kabupaten Magelang.

"Total jumlah pengungsi 212 jiwa di dua titik lokasi pengungsian. Keterangan, terdapat penambahan pengungsi sebanyak 11 jiwa dari Dusun Babadan II Desa Paten, pengungsi kembali ke TEA Mertoyudan," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edy Susanto, Minggu (27/12/2020) dalam keterangan tertulis kepada wartawan.

Rincian jumlah pengungsi sendiri adalah dari Desa Paten terdiri dari Dusun Babadan 2, sebanyak 93 jiwa di Gedung TEA Desa Mertoyudan, Kecamatan Mertoyudan.

Kemudian dari Desa Krinjing yang terdiri dari Dusun Trono sebanyak 24 jiwa, Dusun Pugeran sebanyak 42 jiwa dan Dusun Trayem sebanyak 53 jiwa yang bertahan di Gedung Balai Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan.

Baca juga: BREAKING NEWS : Hasil Rapid Test Acak di TIC Borobudur, Dua Calon Wisatawan Terdeteksi Reaktif

Baca juga: Puncak Libur Natal, Pengunjung Malioboro Membludak Hingga Petugas Kewalahan Tegakkan Prokes

Edy sendiri mengimbau kepada para pengungsi untuk tetap tinggal di tempat pengungsian mengingat status Gunung Merapi yang saat ini masih di level Siaga.

Utamanya, para pengungsi yang tergolong kelompok rentan. Pilihan yang paling tepat saat ini adalah tetap tinggal di tempat pengungsian karena status Gunung Merapi yang masih Siaga.

"Merapi masih status siaga. Aktivitas Merapi memang turun, tapi tetap di level atas. Pilihan yang paling tepat adalah tetap di tempat pengungsian," ujarnya.

Status tanggap darurat bencana Gunung Merapi sendiri telah diperpanjang dari tanggal 15 Desember sampai 31 Desember 2020 mendatang. Pemkab Magelang pun melayani pengungsi, sehingga mereka tetap aman. (Tribunjogja/Rendika Ferri Kurniawan)

Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved