Kisah Inspiratif

Usaha Handycraft Terimbas Pandemi, Pemuda di Klaten Banting Setir Jualan Ikan Cupang

Dari bisnis ikan cupang, ia mampu meraup omzet sekitar Rp300 ribu sampai Rp600 ribu perharinya.

Tayang:
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
Zunan Fahroji (baju abu-abu) sedang menata ikan cupang yang ia jual di kios semi permanen miliknya di Jalan Karanganom-Ponggok, Desa Karanganom, Kecamatan Karanganom, Klaten, Selasa (22/12/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia termasuk Kabupaten Klaten sejak Maret 2020 membuat hampir semua sektor kehidupan terdampak imbasnya.

Para pelaku usaha pun banyak yang banting setir membuka usaha baru yang dinilai lebih menjanjikan ketimbang bertahan pada usaha lama yang omzetnya justru kian merosot.

Hal inilah yang diterapkan oleh Zunan Fahroji, warga Desa Brangkal, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten.

Pemuda berusia 27 tahun itu memilih banting setir jualan ikan cupang sejak merebaknya pandemi COVID-19 di Klaten.

Baca juga: Sempat Lesu Terimbas COVID-19, Usaha Kerajinan Bebek Akar Bambu di Klaten Kini Kembali Menggeliat

Sebelumnya, Zunan menggeluti usaha ekonomi kreatif berupa handycraft yang dipasarkan hingga keluar negeri.

"Awalnya saya bikin handycraft, tapi sejak COVID-19 semua pemesanan disetop dan saya nyaris tak ada pemasukan," ucapnya saat ditemui Tribunjogja.com di Desa Karanganom, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Selasa (22/12/2020).

Memasuki bulan Ramadan 2020 lalu, diakui Zunan, dirinya mulai melirik bisnis ikan cupang yang saat itu mulai menggeliat di kota-kota besar di Indonesia.

Setelah mencari-cari informasi, akhirnya ia mendapatkan peternak ikan cupang tersebut di daerah Tulungagung, Bandung hingga Majalengka.

Ia lalu memesan ikan tersebut untuk di jual kembali.

Selain itu, ia juga mendirikan sebuah kios semi permanen di jalan penghubung Karanganom - Ponggok di Desa Karanganom, Kecamatan Karanganom.

Kios itu buka sekitar pukul 09.00 hingga pukul 17.00 setiap harinya.

"Waktu minggu pertama puasa itu belum ada penjualan. Bahkan dalam sehari kadang cuma laku satu," jelasnya.

Baca juga: Kisah Darusalam, Warga Klaten yang Pekarangannya Terdampak Tol Yogyakarta-Solo Seluas Satu Meter

Menjelang lebaran Idulfitri, kata Zunan, booming ikan cupang di kota-kota besar sampai juga ke Klaten dan membuat dirinya kebanjiran pesanan.

Ia pun mengaku, jika dalam sehari ikan cupang yang dijualnya bisa laku hingga puluhan ekor.

"Mendekati lebaran mulai booming, sampai sekarang, sehari itu bisa laku 20 hingga 30 ekor setiap hari," jelasnya.

Para pembeli, kata dia beragam mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Ikan cupang yang ia jual pun dipatok dengan harga beragam, mulai Rp5 ribu hingga paling mahal Rp80 ribu.

Selain menjual ikan cupang, Zunan juga menjual ikan hias di kios miliknya.

"Tapi paling banyak yang laku itu ya ikan cupang. Kalau ikan hias, ada juga, tapi yang sedang dicari itu ikan cupang," katanya.

"Kalau untuk harganya beragam, mulai Rp5 ribu untuk harga anak sekolahan hingga Rp80 ribu. Tergantung besar dan jenisnya juga," tambahnya.

Ia pun menyebut, dalam sehari omzet penjualan ikan cupangnya bisa mencapai Rp600 ribu dalam sehari.

"Untuk omzet bisa sampai Rp600 ribu kalau lagi ramai. Kisarannya ya Rp300 ribu sampai Rp600 ribu perhari," lanjutnya.

Baca juga: Museum PG Gondang Baru Diwacanakan Sebagai Agriculture Center di Klaten

Zunan pun berbagi tips cara merawat ikan cupang bagi penghobi ikan tersebuy agar tidak stres.

Ia menyarankan agar air ikan cupang tersebut diganti sekali dalam tiga hari.

Selain itu, ia juga meminta agar air ikan cupang itu jangan sampai keruh.

"Hal itu bisa membuat ikan cepat stres dan akhirnya mati," katanya.

Untuk pakan, tambah dia, agar penghobi ikan cupang untuk mengkombinasikan antaran pelet dan makanan alami seperti jentik nyamuk.

"Kalau dikasih pelet terus, ikan jadi pemalas dan juga bisa bikin dia stres. Bagusnya di kombinasikan dengan jentik nyamuk," tandasnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved