Kisah Inspiratif

Sempat Lesu Terimbas COVID-19, Usaha Kerajinan Bebek Akar Bambu di Klaten Kini Kembali Menggeliat

Selama pandemi COVID-19, belum ada orderan yang masuk dari berbagai langganannya yang berada di sejumlah daerah di Indonesia.

Tayang:
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
Sumaryono (54) saat merapikan kerajinan tangan bebek akar bambu di kios miliknya yang berada di Jalan Yogyakarta-Solo kilometer 27 Desa Jambukulon, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, Jumat (4/12/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia sejak sembilan bulan terakhir termasuk Kabupaten Klaten turut berdampak kepada sejumlah pelaku usaha ekonomi kreatif.

Termasuk usaha kerajinan bebek akar bambu milik Sumaryono yang berada di Desa Jambukulon, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten.

Pria berusia 54 tahun itu bercerita jika selama pandemi COVID-19, belum ada orderan yang masuk dari berbagai langganannya yang berada di sejumlah daerah di Indonesia.

"Selama adanya pandemi, kan semua bidang kehidupan kena. Bukan hanya usaha kerajinan bebek akar bambu ini, bidang lainnya juga terdampak," ucap Sumaryono saat berbincang dengan Tribunjogja.com di kios miliknya di Jalan Yogyakarta-Solo kilometer 27 Desa Jambukulon, Kecamatan Ceper, Jumat (4/12/2020).

Baca juga: Warga Bantul Sulap Limbah Kayu jadi Kerajinan Bernilai Tinggi

Ia mengatakan, sejak bulan Maret 2020, semua kerajinan akar bambu yang sedang ia kerjakan saat itu terpaksa ditunda proses pengirimannya ke para langganannya.

Ayah empat anak itu berharap, awal tahun 2021 keadaan kembali normal sehingga usaha kerajinan tangan yang ia miliki kembali mengeliat.

Untuk asap dapur tetap mengepul selama pandemi COVID-19, Sumaryono pun tetap berjualan kerajinan bebek di kiosnya yang berada di Jalan Yogyakarta-Solo kilometer 27 Desa Jambukulon.

Meski penjualan tak terlalu banyak, namun ia tetap bersyukur dengan rezeki yang didapat.

"Penjualan selama pandemi tak menentu, kadang bisa belasan atau bahkan lebih, kadang malah ada yang tak laku sama sekali," katanya.

Di kios semi permanen milik Sumaryono, dirinya bukan hanya menyulap akar bambu menjadi replika bebek.

Baca juga: Berbekal Limbah Kayu, Winarno Berhasil Ciptakan Kerajinan Bernilai Seni Tinggi

Namun, ia juga membuat sejumlah replika hewan lainnya dengan bahan dasar akar bambu seperti, burung bangau, sapi, kerbau, babi, ayam dan sejumlah hewan lainnya.

Terkait harga, kakek empat cucu itu mengaku menjual dengan harga beragam tergantung pada ukuran.

"Paling murah itu Rp10 Ribu dan ukuran besar sekitar Rp35 ribu. Tapi beda lagi harganya jika dengan kerajinan yang sudah dicat," jelasnya.

Ia mengatakan, untuk membuat satu unit kerajinan tangan bebek akar bambu itu, dirinya bisa menghabiskan waktu selama tiga jam.

"Kalau membuatnya, minimal bisa tiga jam untuk satu unit. Tapi kita itu bikinnya bukan satuan, kita bikinnya sesuai order," katanya.

"Jika ada masuk orderan misal untuk 1000 unit, maka kita buat komponennya dulu, hari ini khusus buat kepala, besok badan, besoknya kaki, lalu setelahnya khusus untuk merakit," paparnya. (Tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved