Breaking News:

Pelatih Bima Perkasa Bagikan Tips Ampuh untuk Perbaiki Teknik Shooting kepada Pebasket Muda

Kita belum fokus pada keberhasilan bolanya masuk atau tidak, melainkan fokus pada fundamental sikap kita yang benar dalam melakukan shooting

Dok Bima Perkasa
Pelatih Bank BPD DIY Bima Perkasa, David Singleton 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bima Perkasa Academy mengapresiasi sekaligus berterima kasih atas keikutsertaan peserta yang bergabung pada 'Better Shooter Clinic' yang telah digelar di GOR Klebengan, Sleman, Minggu (20/12/2020) kemarin.

Pelatih Bima Perkasa asal Amerika Serikat, David Singleton, beserta pemain di antaranya Indra Muhammad dan Tifan Pradipta turun langsung pada kegiatan yang bertujuan untuk pengembangan pemain muda tersebut.

Menurut Dave, sapaan David Singleton, peserta yang berusia antara 14-17 tahun yang ikut dalam 'Better Shooter Clinic' tersebut mempunyai semangat yang baik, serta modal lutut yang kuat.

Sebab, dalam 2 jam sesi latihan, peserta dapat mengikuti dengan baik.

"Dalam 2 jam sesi, mereka harus stay low dan teman-teman melakukannya dengan baik. Tentunya ada penyesuaian kebiasaan dalam melakukan shooting yang mungkin terasa belum menyaman," ujar Dave.

"Tapi jika teman-teman pahami, basket adalah tentang energi. Energi adalah dari ujung kaki bawah hingga ujung kepala kita. Dari lantai kita ambil energi ke kaki, seluruh otot badan, dan direlease melalui jari-jari kita dan  ddngan fokus di kepala kita," pesan eks juru taktik Pacific Caesar Surabaya ini.

Lebih lanjut Dave mengatakan, pikiran yang positif juga sangat berpengaruh pada perkembangan pebasket usia muda.

"Jadi apa yang kami lakukan di Better Shooter kemarin adalah back to basic atau kembali pada dasar. Apakah kita melakukan shooting itu sudah benar atau belum, apakah aliran energinya mengalir baik ke tembakan bola kita?," kata Dave.

"Kita belum fokus pada keberhasilan bolanya masuk atau tidak, melainkan fokus pada fundamental sikap kita yang benar dalam melakukan shooting," tambahnya.

Saran dari Dave, pemain muda agar membiasakan drill yang kita kerjakan. Hal Itu dapat dikerjakan secara mandiri. 

"Coba lakukan 5 menit saja setiap hari dan bayangkan saat benar-benar sedang bermain basket. Setelah sudah terbiasa, kita praktikan di lapangan, maka saatnya otak yang bekerja membiasakan diri dengan perkiraan ke ring, dan itu hanya dapat kita kerjakan dengan perbanyak latihan," ujarnya.

"Terima kasih karena semua ingin menjadi 'better', ingin menjadi lebih baik. Dan kami yakin teman-teman semua sudah memiliki niat dan tekad yang baik, saatnya kita aplikasikan di lapangan dan pada diri kita di setiap harinya," sambung manajer Bima Perkasa Academy, Fika Wirastuti. (*)

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved