Dari Modeling, Hijrah ke Bisnis Fashion Muslimah

Berawal dari dunia modeling, Auliana, atau yang akrab disapa Aya sehari-harinya, kini fokus menggeluti usaha di bidang fashion.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Hari Susmayanti
Dok pribadi
Auliana 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Berawal dari dunia modeling, Auliana, atau yang akrab disapa Aya sehari-harinya, kini fokus menggeluti usaha di bidang fashion.

Sebuah brand bernama Buzanna, yang berdiri sejak awal 2020 lalu kini mulai dirintisnya.

Aya mengisahkan, Buzanna memproduksi berbagai jenis pakaian muSlim, maupun hijab.

Meski masih berskala kecil, ia berkeyakinan brand yang dimulainya dari nol tersebut, bisa berkembang pesat dengen ketekunan yang dimilikinya.

"Aku punya rencana kedepan, produk-produk Buzanna bakal lebih spesifik lagi ya, lebih ke hijab, atau daily oufit buat para hijaber gitu lah. Sejauh ini, jualannya masih fokus di online, lewat medos, lalu beberapa market place juga," katanya.

Ia tidak menampik, keputusannya menekuni bisnis memang diambil seusai berhenti dari karir modeling.

Diakuinya, sejak belia, lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII) itu cukup ngebet menekuni karir di dunia tersebut.

"Aku sangat tertarik dengan dunia fashion, cita-cita dulu kan jadi model, atau artis, tapi nggak kesampaian. Ya sudah, aku bikin brand aja lah, kebetulan aku juga suka benget dagang, hobiku itu," ungkapnya, sembari diikuti gelak tawa.

Baca juga: Sukses Kembangkan Risetnya, Mahasiswi Amikom Ini Masuk Nominasi The 2020 INNO Generation Award

Kemudian, busana muslim dipilih jadi komoditas, selaras dengan kesehariannya yang istikamah menutup aurat.

Aya mengatakan, hal itu tak bisa dilepaskan dari keinginannya untuk memberikan manfaat kepada sesama muslimah.

"Ya, aku pengen jualan yang berfaedah buat orang-orang di sekitarku, supaya ada kebaikannya juga. Jadi, nggak sekadar jualan. Tapi, ada manfaatnya, membuat orang berpakaian tertutup gitu, hubungan spiritual sih ini," terangnya.

Pemilik akun instagram @ayaauliana tersebut mengatakan, untuk memulai bisnis di tengah pandemi Covid-19 memang tidak mudah.

Ia mengakui, banyak sekali keraguan, sampai akhirnya memberanikan diri untuk segera tancap gas.

"Sempat maju mundur, takut gagal, jelas ada perasaan gitu. Tapi, dari situ aku berpikir simple ya, kalau rezeki sudah ada yang ngatur, nggak mungkin tertukar lah, selama kita mau bener-bener berusaha, tekun mengelolanya," ucapnya.

"Sekarang kreatifitas jadi kunci. Eranya konten. Kalau kita nggak bisa bikin konten yang menarik, bakal kalah di pasar. Makanya, harus putar otak sekarang," cetus Aya. (Tribunjogja/Azka Ramadhan)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved