PSS Sleman
PT PSS Gelar Rapat Kerja, Ini yang Akan Dibahas
Jajaran direksi PT PSS akan menyelenggarakan Raker pada Jumat dan Sabtu, 11-12 Desember 2020 di kantor anyar PT PSS, Omah PSS, Ngaglik, Sleman.
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Lanjutan kompetisi Liga Indonesia musim 2020 masih menjadi tanda tanya besar.
Pasalnya, hingga kini PSSI belum mendapatkan lampu hijau dari pihak kepolisian untuk menggelar pertandingan.
Tetapi, sebelumnya PSSI menyatakan Liga akan diputar kembali pada Februari 2021 mendatang dengan perubahan title menjadi Liga 1 2020/2021.
Kendati begitu, aktivitas jajaran direksi PT Putra Sleman Sembada (PSS) tak lantas turut terhenti.
Sebab, jajaran direksi PT PSS akan menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) pada Jumat dan Sabtu, 11-12 Desember 2020 di kantor anyar PT PSS, Omah PSS, Ngaglik, Sleman.
Baca juga: Direktur Keuangan PSS Sleman : Denyut Nadi PSS Tetap Hidup di Tengah Vakumnya Kompetisi
Direktur Utama PT PSS, Marco Gracia Paulo mengatakan, dalam Raker PT PSS tahun 2020 ini, ada tiga poin utama yang akan dibahas.
Satu di antaranya yakni segala persiapan yang dilakukan guna menyongsong kompetisi di tahun 2021 mendatang.
"Pertama untuk report dan review untuk program kerja dan juga budget di 2020. Kedua untuk pemetaan program kerja dan juga budget di 2021 lalu ketiga juga yang salah satu yang paling penting juga sebagai pondasi dari bagaimana kita bekerja nantinya adalah finalisasi dari standar operating prosedur atau SOP dari manajemen, baik itu di internal di masing-masing departemen di PT PSS dan juga lintas departemen," ujar Marco.
Ditambahkannya, tujuan utama dari Raker PT PSS ialah sinkronisasi laju kerja dan juga arah kerja dari manajemen PSS Sleman.
"Di samping juga alignment bisnis proses kami. Direksi (PT PSS) sangat percaya diri bahwa kita akan mendapat hasil yang sangat baik dan positif," imbuhnya.
Baca juga: Kompetisi Mandek, Marco Gracia Paulo : PSS Sleman Perkuat Aspek Manajerial
Kejar Lisensi Klub Profesional AFC
Seiring transisi pengelolaan manajemen klub, PSS Sleman memang tengah berupaya berbenah di semua lini.
Hal tersebut demi bisa meraih mimpi bermain di level Asia.
Target tersebut dicanangkan dalam rentang waktu tiga sampai empat tahun ke depan.
Untuk itu, PSS masih berusaha membenahi beberapa faktor yang harus dipenuhi guna mendapatkan lisensi tersebut meliputi, keolahragaan, infrastruktur, administrasi personal, legal, dan finansial.
"AFC punya tujuan meningkatkan kualitas klub profesional, maka ada standarisasi melalui lisensi yang sudah didapat beberapa klub Indonesia. Seperti proses auditing, tapi tidak fair jika diaudit namun tidak diedukasi terlebih dahulu," ujar Marco.
"Agar klub bisa memenuhi kriteria-kriterianya, maka kualitas klub profesional di Asia dituntut untuk naik. Sebuah program yang seperti jadi beban, tapi sangat membantu, tidak bisa dibohongi masuk dalam industri sepak bola Asia," imbuh eks CEO Badak Lampung ini.
Baca juga: Di Tengah Mandeknya Kompetisi, Bek PSS Sleman Tetap Jaga Kondisi
Lebih lanjut Marco mengatakan, PSS Sleman punya target meraih pengakuan dari AFC soal lisensi klub di tahun 2022 mendatang.
Menurutnya, lisensi dari AFC sangat penting, yang bukan sekadar pengakuan dari federasi.
"Aspek yang disiapkan secara keseluruhan, seperti manajemen dan pengelolaan yang lebih profesional. Target PSS di kompetisi 2022, kami ingin mendapat lisensi meski dengan catatan. Baru tahun berikutnya benar-benar mendapatkan lisensi mutlak," harapnya.
Sekadar informasi, belum lama ini sebanyak enam klub Indonesia dapat memenuhi standar untuk lisensi yang ditetapkan oleh federasi sepak bola Asia (AFC).
Keenam klub tersebut adalah Bali United, Persipura Jayapura, Bhayangkara FC, Borneo FC, Persib Bandung, dan Arema FC.
Penetapan dilakukan PSSI dalam rapat Club Licensing Committee di Jakarta pada pertengahan November 2020 lalu. ( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pt-pss-gelar-rapat-kerja-ini-yang-akan-dibahas.jpg)