PLN UP3 Yogyakarta Jamin Pasokan Listrik Jelang Pilkada, Natal, dan Tahun Baru Tercukupi
PT PLN (Persero) UP3 Yogyakarta melakukan persiapan Apel Siaga Pilkada, Natal, dan Tahun Baru 2021.
Penulis: Maria Arimbi Haryas Prabawanti | Editor: MGWR
TRIBUNJOGJA.COM – Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada Rabu (9/12/2020), Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2021, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Yogyakarta melakukan persiapan apel siaga di seluruh Unit Pelayanan Pelanggan.
Untuk menghadapi Pilkada, Natal dan Tahun Baru PLN menyiagakan 348 personel pelayanan keandalan dengan 31 unit mobil pelayanan keandalan dan 16 unit motor pelayanan gangguan.
Tak hanya itu, PLN UP3 Yogyakarta juga menyiapkan tujuah personel Tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) dengan 1 mobil PDKB Sentuh Langsung dan 1 mobil PDKB Berjarak.
Ada pula 7 Tim Vendor Preventif – Korektif dengan 7 unit crane yang siap 24 jam apabila terjadi hal yang perlu penanganan, seperti gangguan atau kondisi darurat.
Sebagai informasi, PDKB adalah tim elit PLN yang menangangi pekerjaan dengan tegangan listrik tinggi.
Dengan kapasitas daya terpasang sebesar 816 megawatt (MW), beban puncak pagi pukul 10.00 sebesar 438,18 MW dan pukul 19.00 sebesar 461,53 MW, pasokan listrik dipastikan sangat mencukupi karena persentase pembebanan masih 56 persen.
“Meskipun pandemi Covid -19, PLN tetap berusaha memberikan layanan yang terbaik kepada masyarakat tentunya dengan tetap tertib dan disiplin terhadap protokol Covid-19,” ujar Manager UP3 Yogyakarta Eric Rossi Pryo Nugroho lewat rilis tertulis, Selasa, (8/12/2020).
Adapun pesta demokrasi untuk gelaran Pilkada di wilayah itu meliputi tiga kabupaten di wilayah kerja UP3 Yogyakarta, yakni Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul dan Kabupaten Gunung Kidul.
Menyediakan command centre
Lebih lanjut Eric menjelaskan pihaknya juga menyediakan command centre yang fungsinya untuk mempercepat penanganan gangguan dan keluhan pelanggan.
Dengan command centre, penugasan akan berdasarkan pantauan real time posisi petugas, memudahkan pergerakan kendaraan layanan teknik dengan jangkauan area yang lebih luas tanpa sekat atau borderless.
“Ini merupakan salah satu langkah PLN meningkatkan layanan masyarakat berbasis teknologi informasi,” tambahnya.
Perlu diketahui, musim hujan tahun ini menyebabkan kondisi cuaca yang sangat ekstrem. Karenanya, PLN terus mengimbau masyarakat untuk selalu berhati - hati terhadap bahaya listrik.
Kondisi cuaca yang ekstrem identik dengan bahaya listrik, baik yang disebabkan angin maupun pohon tumbang.
PLN juga mengimbau agar masyarakat tidak menangani sendiri, apabila ada pohon tumbang yang mengenai jaringan listrik. Sebaliknya, masyarakat harus segera melaporkan kepada PLN.