Pendidikan

UMBY Ciptakan Mobile Journalism (Mojo) sebagai Solusi Praktik Jurnalistik di Masa Pandemi

Mojo tidak hanya menjadi trend sekaligus ragam baru dalam jurnalisme masa depan, tapi juga memudahkan mahasiswa praktik jurnalistik di lapangan.

Tayang:
Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
UMBY Ciptakan Mobile Journalism (Mojo) sebagai Solusi Praktik Jurnalistik di Masa Pandemi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pandemi COVID-19 yang tengah melanda Indonesia memberikan dampak cukup signifikan pada pembelajaran perkuliahan khususnya kegiatan praktikum. 

Pembatasan interaksi di kelas antara mahasiswa dan dosen menjadikan praktikum seringkali kurang maksimal.

Menghadapi situasi tersebut, peran teknologi sangat diperlukan guna mengatasi berbagai hambatan. 

Hal ini diterapkan pada mahasiswa kelas broadcasting journalism Fikomm Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) dengan memaksimalkan perangkat handphone sebagai sarana praktikum.

Baca juga: Mahasiswa UMBY Gelar Sekolah Pasar Online bagi Pedagang Pasar Sambilegi

"Praktikum jurnalistik di masa pandemi kini dimudahkan dengan adanya Mobile Journalism (Mojo)," ujar dosen kelas Jurnalistik Prodi Ilmu Komunikasi Fikomm UMBY, Rani Dwi Lestari beberapa waktu lalu. 

Menurut Rani, Mojo tidak hanya menjadi trend sekaligus ragam baru dalam jurnalisme masa depan, tetapi juga memudahkan mahasiswa melakukan praktik jurnalistik di lapangan. 

Dengan memakai handphone saja, kita bisa mendokumentasikan peristiwa di lingkungan sekitar untuk dijadikan berita.

"Tidak perlu alat yang rumit tetapi kita bisa memaksimalkan smartphone untuk mengambil materi liputan sekaligus melakukan editing menggunakan berbagai aplikasi yang kini mudah untuk diakses," terangnya.

Pegiat Mobile Journalism yang juga merupakan jurnalis di sebuah televisi swasta nasional, Andreas Tri Pamungkas menambahkan, terdapat tiga hal mendasar yang harus dikuasai ketika kita akan melakukan aktivitas Mobile Journalism

Di antaranya adalah skill atau kemampuan menyusun alur cerita, penguasaan teknologi, dan equipment atau perangkat teknologi yang digunakan.

Baca juga: UMBY Bentuk Kader dan Transfer Ilmu Manajemen Pariwisata Berbasis IMC di Desa Wisata Bukit Mojo

"Perlu diingat bahwa meski menggunakan ponsel, tujuannya adalah menghasilkan karya jurnalistik. Ini berbeda dengan sekedar membuat konten media sosial karena jurnalistik harus berdasar fakta dan memiliki nilai berita," paparnya.

Mahasiswa peserta diskusi, Ismail Marzuki mengapresiasi adanya diskusi dan pelatihan mengenai Mobile Journalism.

Menurutnya, pelatihan ini sangat bermanfaat dalam menjembatani keterbatasan proses praktikum jurnalistik di masa pandemi. 

"Meski tidak bisa praktikum di laboratorium, ternyata kita bisa memaksimalkan handphone dan peristiwa di lingkungan sekitar untuk menjadi karya jurnalistik. Ini jelas pelatihan yang sangat bermanfaat untuk mahasiswa dan menjadi sarana praktikum yang mudah di masa pandemi," tambahnya. (Tribunjogja.com

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved