Breaking News:

Kolom Bawaslu DIY

Patroli Pengawasan di Masa Tenang

Beberapa pelanggaran itu antara lain, pertama, melakukan kampanye dalam bentuk apapun.

Istimewa
Ketua Bawaslu DIY, Bagus Sarwono 

Oleh Ketua Bawaslu DIY, Bagus Sarwono

TRIBUNJOGJA.COM - Pemilihan Serentak 2020 kini telah memasuki masa tenang. Dua hari lagi, Rabu (9/12) akan dilangsungkan tahapan puncak pesta demokrasi lokal, yaitu pemungutan dan penghitungan suara.

Masa tenang diharapkan menjadi momen untuk melakukan cooling down, akibat masa kampanye yang sangat mungkin menimbulkan ketegangan di masyarakat dan pasangan calon (paslon). Di masa tenang ini juga diharapkan pemilih dapat merenung dan memantabkan pilihan politiknya untuk hari H.

Namun, bagi penyelenggara, baik KPU maupun Bawaslu, masa tenang sesungguhnya bukanlah masa yang “tenang”. Justru ini adalah masa yang paling sibuk dan paling kerap terjadi berbagai pelanggaran pemilihan.

Beberapa pelanggaran itu antara lain, pertama, melakukan kampanye dalam bentuk apapun.

Misalnya pemasangan alat peraga kampanye, penyebaran bahan kampanye di media penyiaran, media cetak, media daring ataupun media sosial, pertemuan tatap muka, dan sebagainya.

Kedua, melakukan politik uang baik dalam bentuk uang atau materi lainnya. Politik uang di masa tenang sering menjelma menjadi serangan fajar, serangan pagi, dan sebagainya.

Ketiga, melakukan intimidasi kepada pemilih. Prinsip, asas penyelenggaraan pemilihan LUBER JURDIL tidak boleh dilanggar atau diciderai.

Melakukan intimidasi kepada pemilih sama halnya melanggar asas “bebas”. Asas ini menegaskan bahwa pemilih bebas menentukan pilihannya tanpa unsur paksaan.

Memaksimalkan fungsi

Salah satu ikhtiar Bawaslu dalam memaksimalkan fungsi pengawasan di masa tenang adalah melalui patroli pengawasan. Tujuannya untuk edukasi dan ajakan kepada masyarakat dan paslon, agar tidak ada politik uang (money politics), memunculkan keadaan bahwa Bawaslu hadir mencegah pelanggaran, serta memperkecil peluang dan ruang terjadinya pelanggaran.

Tujuan lainnya adalah memastikan penertiban APK dilakukan selama masa tenang dan tidak ada lagi yang terpasang. Di luar itu juga untuk memastikan distribusi logistik berjalan semestinya, pendistribusian formulir C Pemberitahuan, dan memastikan kesiapan pendirian TPS sesuai dengan protokol Covid-19.

Tak kalah penting adalah menyapa dan memastikan kesiapan jajaran pengawas pemilihan dapat bekerja maksimal. Prinsip memastikan jajaran pengawas dalam keadaan sehat dan jangan sampai ada yang tidak siap melakukan pengawasan di masa tengah dan tahapan berikutnya, khususnya pemungutan, penghitungan suara, dan repitulasinya.

Patroli dilakukan dengan berkeliling ke semua wilayah yang ada pemilihan, dengan menggerakkan semua jajaran pengawas pemilihan semua tingkatan. Hal ini dilakukan sesuai kapasitas dan kemampuan masing-masing daerah. Patroli pengawasan juga merupakan ruang untuk mengaktifkan simpul-simpul relawan pengawasan partisipatif turut aktif dalam pengawasan, khususnya di pemungutan dan penghitungan suara.

Akhirnya, dengan ikhtiar patroli penagwasan, Bawaslu berharap akan bermuara pada kesiapan tahapan pemungutan dan penghitungan suara, serta penyelenggaraan pemilihan yang berintegritas. (*)

Editor: ribut raharjo
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved