Breaking News:

OJK : Tingkatkan Inklusi dan Literasi Keuangan Melalui TPAKD

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar media briefing bertema 'Perkembangan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD)

KONTAN/Baihaki
OJK 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar media briefing bertema 'Perkembangan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) – Menuju Rapat Koordinasi Nasional TPAKD 2020' pada Senin (7/12/2020).

Kegiatan yang dilakukan secara virtual melalui zoom ini dijelaskan tentang capaian dari TPAKD selama ini dan rencana dari Rakornas yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat.

Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Tirta Segara memaparkan bahwa TPAKD dibentuk dengan tujuan untuk mempercepat akses keuangan di daerah dan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi regional dan meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat.

Baca juga: Peringati 65 Tahun Hubungan Bilateral RI-Vietnam, Pemda DIY Gelar Pameran Foto Arsip

Baca juga: Dua Hari Jelang Pilkada di DI Yogyakarta, Sekda DIY Tekankan Tiga Hal Penting

TPAKD baru dibentuk tahun 2016 dan baru ada 45 TPAKD yang berdiri.

Dalam perkembangannya, hingga 7 Desember 2020 sudah terbentuk 224 TPKAD, di mana 32 diantaranya berada di tingkat provinsi, dan 192 di tingkat kab/kota.

Angka itu akan terus ditingkatkan sehingga semua provinsi, dan kabupaten/kota memiliki TPAKD.

Adapun salah satu programnya yakni business matching atau kegiatan fasilitasi percepatan akses keuangan untuk  pelaku usaha kecil dan mikro.

"Pada saat bulan inklusi keuangan kemarin yakni di bulan oktober, yang sudah difasilitasi sebanyak 419 ribu debitur dan kredit yang sudah disalurkan Rp 19,3 triliun," ungkapnya.

Selain itu ada pula program kredit melawan rentenir.

Di mana dalam program itu ada tiga model yang diterapkan yakni mempercepat proses kredit, bunga rendah dan yang ketiga adalah gabungan keduannya yakni proses cepat dan bunga rendah.

Baca juga: Logistik Pilkada Kota Magelang 2020 Selesai Didistribusikan ke 17 PPS

Baca juga: Kontestasi Pilkada Bantul, Dua Paslon Mengaku Siap Menang Maupun Kalah

Dan sejak diterapkan atau diluncurkan pada bulan juni 2020 hingga Desember ini, sudah mencapai angka hampir 49 ribu debitur sampai desember, di mana kredit yang tersalurkan mencapai Rp 589 miliar.

Lebih lanjut ia menerangkan terkait dengan program satu rekening satu pelajaran (Kejar), capaiannya yakni 36,27 juta rekening pelajar.

"Jumlah itu adalah 49 persen dari jumlah pelajar di indonesia dengan nominal RP 20,7 triliun. Di dalamnya termasuk Simpanan pelajar (simpel) sebanyak 25,7 juta rekening dengan nilai nominal Rp 5,43 triliun," imbuhnya.

Sementara untuk Laku Pandai (Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif), saat ini sudah terdapat 1,7 juta agen tersebar di 511 kabupaten/kota dengan nasabahnya mencapai 37 juta. (nto)   

Penulis: Santo Ari
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved