Kota Yogya
Jelang Libur Panjang, Pemkot Yogya : Pertumbuhan Ekonomi Harus Dibarengi Pengendalian COVID-19
Upaya pemulihan ekonomi ketika liburan tidak bisa dilepaskan dari aspek kesehatan.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Libur tahun baru pada akhir Desember mendatang diharapkan bisa jadi pengungkit perekonomian Kota Yogyakarta.
Tetapi, hal tersebut harus dibarengi dengan keberhasilan aspek pengendalian COVID-19
Asisten Sekda Bidang Perekonomian Kota Yogyakarta Kadri Renggono mengatakan bahwa protokol kesehatan menjadi kunci dalam pengendalian virus corona.
Sebab, seandainya COVID-19 tidak terkendali, pertumbuhan ekonomi pun menjadi tak berarti lagi.
"Apa gunanya pertumbuhan ekonomi kalau kita tidak mampu mengendalikan COVID-19. Misalnya, banyak orang meninggal. Itu membuat kita kehilangan banyak. Tidak hanya nyawa ya, tapi juga produktifitas yang bersangkutan jika masih hidup," ujarnya, Minggu (6/12/2020).
Baca juga: Jelang Libur Akhir Tahun, Pemkot Yogya Bakal Perketat Protokol Kesehatan
Ia pun tak menampik, aspek pengendalian sejauh ini belum sepenuhnya berhasil.
Menurutnya, agar situasi pandemi bisa segera terkendali, dibutuhkan peran serta dari semua elemen masyarakat.
Pasalnya, kedisiplinan terhadap protokol kesehatan masih memunculkan banyak celah.
"Jika protokol kesehatan dipatuhi, COVID-19 akan terkendali. Saat ini kita prihatin, di Yogyakarta, kasus relatif meningkat. Makanya, butuh kedisiplinan warga, termasuk pendatang, karena kenaikan setelah libur panjang," ucapnya.
Kadri juga menyampaikan, meski pandemi tak kunjung usai, angka pertumbuhan ekonomi di Kota Yogyakarta kini mulai menunjukkan titik terang, setelah sempat terpuruk.
Ia pun optimis, ke depannya pertumbuhan ekomomi akan terus melonjak mendekati titik normal.
Baca juga: Pemkot Yogyakarta Pertanyakan Data yang Menyebut Wilayahnya Zona Merah COVID-19
"Saat ini sudah mulai naik lagi setelah sempat kontraksi cukup dalam di triwulan dua, sekitar 5 persen. Kemudian, di triwulan tiga, angka dari BI ada di 2 sekian persen, tapi masih negatif itu ya," ungkap Asek Bidang Perekonomian.
"Kami optimis untuk 2020 ini ekomomi akan semakin baik, perkiraan dari BI juga begitu. Lebih lagi di 2021, kalau vaksin sudah bisa disalurkan ke masyarakat. Yang penting, sekarang bersama-sama berupaya kendalikan Covid-19," imbuhnya.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Heroe Poerwadi berujar, upaya pemulihan ekonomi ketika liburan tidak bisa dilepaskan dari aspek kesehatan.
Destinasi yang jadi jujukan wisatawan pun dipastikan adalah tempat yang dirasa aman dan nyaman.
"Artinya, tempat yang dikunjungi adalah yang menerapkan protokol kesehatan dengan serius. Masyarakat senang, serta lebih bergembira ketika destinasi wisata, hotel, restoran, cafe melindungi mereka," tegasnya. (Tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-kota-yogya_20180731_185714.jpg)