Gunungkidul

Ada Pengurangan, Persiapan Libur Akhir Tahun di Gunungkidul Tetap Dilakukan

Dinas Pariwisata Gunungkidul menjamin protokol kesehatan (prokes) tetap berjalan sebagaimana mestinya selama libur akhir tahun nanti.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Pemerintah pusat beberapa waktu lalu memutuskan mengurangi libur panjang akhir tahun 2020.

Keputusan ini dibuat sebagai upaya menekan potensi penyebaran COVID-19, yang belakangan kian meningkat.

Kendati begitu, Sekretaris Dinas Pariwisata Dispar Gunungkidul Harry Sukmono mengatakan persiapan menyambut libur akhir tahun tetap dilakukan.

"Mulai minggu depan kami akan mulai berkoordinasi membahas persiapan libur akhir tahun tersebut," kata Harry dihubungi pada Minggu (06/12/2020).

Ia menjelaskan, koordinasi tetap dilakukan sebagai bagian dari kewaspadaan dan antisipasi mengingat saat ini masih pandemi COVID-19.

Baca juga: 3 Kasus Baru, Per 4 Desember Gunungkidul Catatkan 479 Kasus COVID-19

Apalagi potensi datangnya wisatawan pun tetap ada meski libur panjang dikurangi.

Selain bersama jajaran terkait, koordinasi juga akan dilakukan bersama berbagai asosiasi pelaku wisata.

Harry ingin menjamin protokol kesehatan (prokes) tetap berjalan sebagaimana mestinya selama libur akhir tahun nanti.

"Sebisa mungkin kami pastikan liburan tetap berjalan dengan aman dan terjamin meski ada pengurangan," ujarnya.

Jelang akhir tahun, Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul berupaya memperkuat fasilitas pendukung prokes di seluruh destinasi yang telah dibuka.

Penguatan tersebut dilakukan dengan dana hasil re-focusing anggaran.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul Dewi Irawaty mengakui bahwa pasca libur panjang Oktober lalu, kasus baru COVID-19 mengalami peningkatan signifikan.

Baca juga: Tambahan 9 Kasus Baru COVID-19 di Gunungkidul, Klaster SD di Patuk Bertambah 6 Kasus

"Tapi kami sendiri belum pasti apakah memang dari libur itu yang jadi penyebabnya," ujarnya.

Dewi pun mengatakan penjaringan perlu dilakukan untuk mengetahui apakah ada kasus di destinasi wisata.

Namun saat ini belum bisa dilakukan karena pihaknya masih disibukkan dengan proses screening petugas Pilkada.

Kendati begitu, ia mengatakan ada rencana untuk melakukan penjaringan pada pelaku wisata.

Jika tak ada halangan, penjaringan akan dilakukan pasca libur panjang.

"Sudah ada dalam pikiran untuk rencana tersebut, tapi perlu dilakukan secara bertahap," kata Dewi.(Tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved