“Mlaku-mlaku Tilik Kampung Berakhir” Edukasi Cegah Covid-19 Harus Jalan Terus

“Ini guna mencegah penyebaran Covid-19 khususnya di Kota Magelang,” kata Sigit, seperti dalam keterangan tertulis yang Tribun Jogja terima, Kamis (04/

Tayang:
Penulis: DNA | Editor: MGWR
Dok. Humas Pemkot Magelang
Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito saat membagikan sembako door to door kepada warga di Kelurahan Gelangan, Kecamatan Magelang Tengah, Kamis (3/12/2020). 

TRIBUNJOGJA.com – Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito mengatakan, meski kegiatan “Mlaku-mlaku Tilik Kampung” berakhir, tetapi edukasi tentang protokol kesehatan akan tetap bergulir guna mencegah penyebaran Covid-19.

"Kelurahan Gelangan adalah tujuan terakhir 'Mlaku-mlaku Tilik Kampung' yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang sebagai ajang penguatan Satgas Jogo Tonggo di tiap Rukun Warga (RW),” kata Sigit, seperti dalam keterangan tertulis yang Tribun Jogja terima, Kamis (04/12/2020).

Pernyataan itu ia sampaikan saat mengawali kegiatan Mlaku-mlaku Tilik Kampung di Gelangan, Kecamatan Magelang Tengah bersama sejumlah pejabat Pemkot Magelang dari Tugu Poncol, Kamis (03/12/2020).

Sigit menjelaskan, kegiatan tersebut juga untuk bersilaturahmi dengan warga Kelurahan Gelangan. Di samping itu, semua pihak harus bersama-sama menjadi kader mengedukasi penerapan protokol kesehatan.

Di sela tinjauan, Sigit pun tak henti-hentinya memuji komitmen warga Gelangan yang senantiasa melakukan protokol kesehatan. Hal itu, termasuk menggaungkan pola hidup bersih dan sehat.

“Saya kagum melihat Gelangan, kampung-kampung terlihat sangat bersih, lingkungannya baik, masyarakatnya guyub dan rukun,” jelasnya.

Bahkan, lanjut dia, adanya pandemi Covid-19 ini tak membuat masyarakat berkeluh kesah. Sebaliknya,  mereka tetap semangat menjalankan aktivitas dengan protokol kesehatan.

Dalam kesempatan tersebut, Sigit turut memberikan bantuan paket sembako secara door to door dengan menyusuri jalan dan gang kecil, untuk menyapa warganya.

Khususnya di Kelurahan Gelangan, Sigit secara bergantian memberikan sebanyak 141 paket sembako. Isi sembako itu seperti 20 kilogram (kg) beras, 2 kilogram telur, mi instan 1 dus, minyak, dan kecap.

Selain itu, di setiap RW yang ia kunjungi, diserahkan pula bantuan berupa face shield, thermo gun, dan hand sprayer disinfektan.

“Bantuan ini diharapkan bisa mengurangi beban masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Seperti kita tahu, bahwa saat ini kurva sedang meningkat,” ungka Sigit.

Untuk itu, kata dia, mari bersama-sama melawan Covid-19 dengan menerapkan disiplin protokol kesehatan.

Meninjau lokasi longsor

Bertepatan dengan kegiatan itu, Sigit turut meninjau lokasi tanah longsor di kelurahan tersebut. Bencana longsor terjadi seusai hujan deras pada hari sebelumnya.

Sigit menjelaskan, topografi Kelurahan Gelangan memang kompleks dan terdapat banyak tanah miring, serta memiliki kontur tanah tertentu.

“Sehingga ini membuat kawasan itu rawan terjadi bencana alam seperti tanah longsong,” paparnya.

Kelurahan Gelangan sendiri memiliki luas wilayah 89,81 hektar (ha) yang terdiri atas 10 RW dan 65 Rukun Tetangga (RT).

Kemudian, Sigit mengajak berdiskusi warga yang terdampak longsor, sekaligus menyalurkan bantuan perbaikan senderan dan normalisasi jalan akses warga di RW 5 Kelurahan Gelangan.

Bantuan ini, termasuk dalam bentuk uang pribadinya sebesar Rp 3 juta untuk biaya normalisasi rumah yang terdampak longsor.

“Namanya bencana itu bisa terjadi kapan saya. Saya sudah minta organisasi perangkat daerah (OPD) untuk senantiasa memantau, memitigasi, karena di sini rawan bencana,” ucap Sigit.

Dengan begitu, lanjutnya, ketika ada longsor semua bergerak. Begitu pula, ketika ada pohon ambruk, semuanya juga bergerak, sehingga proses normalisasi bisa dipercepat.

Selain memberikan bantuan paket sembako dan kepada korban terdampak tanah longsor, Sigit juga melakukan pembagian dan pemakaian secara simbolis baju seragam batik kepada siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Pada kesempatan kali ini, saya hadir di SD Negeri Gelangan 3 untuk mengenakan batik kepada anak-anak kita dari SD dan SMP se-Kota Magelang,” ujarnya.

Sigit berharap, anak-anak semakin semangat menempuh pendidikan, mengejar cita-cita, dan selalu cerdas sehingga mampu membahagiakan orangtua.

Pada kesempatan yang sama, Lurah Gelangan Sugeng Sunarso memberikan apresiasi kepada Wali Kota Magelang dan jajaran pemerintah yang terus peduli terhadap masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Pak Wali Kota, yang tidak lelah memberikan semangat kepada kami agar Covid-19 ini terus dilawan,” ungkap Sugeng.

Selain itu, lanjut Sugeng, Satgas Jogo Tonggo juga senantiasa mendapat kepedulian untuk terus menyuarakan hal edukatif kepada warga tentang protokol kesehatan.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved