Breaking News:

Bantu Kelola Sampah, Amikom Yogyakarta Gelar Desiminasi Teknologi Mobile Application Matrash

Amikom Yogyakarta gelar Desiminasi Teknologi Mobile Application Matrash Indonesia berada di peringkat kedua dunia penghasil sampah plastik ke laut.

Dok. Humas Amikom Yogyakarta
Ilustrasi Desiminasi Teknologi Mobile Application Matrash 

Di sisi lain, berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional  (Susenas) tahun 2017, 80 persen orang setuju mengelola sampah itu penting untuk dilakukan.

Namun, pada prakteknya, hanya 9 persen yang pernah dan konsisten melakukan pengelolaan sampah dengan baik secara pribadi.

Oleh karenanya, dibutuhkannya sebuah inovasi untuk membudayakan masyarakat untuk peduli melakukan pengelolaan sampah dengan bantuan teknologi.

Maka dari itu, Amikom Yogyakarta merancang sebuah aplikasi berbasis android yang diberi nama Matras untuk membantu masyarakat membudayakan agar membuang sampah secara teratur.

Dengan hadirnya aplikasi Matras, diharapkan dapat mengurangi dan meminimalisir sampah yang terbuang sembarangan.

Matrash sendiri adalah aplikasi yang dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dengan menghubungkan tempat pembuangan sampah, Tempat Pembuangan Sampah (TPS) dan bank sampah sebagai mitra untuk memastikan limbah masyarakat dapat dikelola dengan baik dan dapat meminimalkan polusi lingkungan.

Aplikasi Matrash dibuat dan dikembangkan menggunakan metode pemikiran desain dan validasi pasar dengan alat Model Bisnis Canvas.

Saat ini, fitur aplikasi Matrash berjalan 100 persen dan telah diuji pasar.

Mengingat kesesuaian dengan poin 12 Sustainable Development Goals (SDGs), Matrashpun siap membantu Indonesia khususnya masyarakat Pesisir Desa Jenu Kabupaten Tuban memecahkan masalah lingkungan untuk pembangunan berkelanjutan.

Adapun tujuan  dalam pembuatan aplikasi Matrash yakni pertama untuk menurunkan jumlah sampah yang terbuang sembarangan dan mencemarkan lingkungan.

Kedua, menjadi media edukasi bagi para pengguna. Ketiga, untuk memaksimalkan fungsi dari TPS, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan bank sampah.

Keempat, membuat lingkungan menjadi bersih. Kelima, meningkatkan penghasilan pengangkut sampah dengan sistem profit sharing.

Terakhir, yang keenam, Matrash dapat mengelola sampah menjadi gaya hidup masyarakat modern.

Penulis: Maria Arimbi Haryas Prabawanti
Editor: Mikhael Gewati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved