Breaking News:

David Singleton Terapkan Latihan Intensitas Tinggi untuk Bima Perkasa

Ia mengaku senang melihat antusiasme pemain Bank BPD DIY Bima Perkasa saat mengikuti setiap latihan yang ia berikan.

dok.istimewa/ Media Official Bima Perkasa
Pelatih Bank BPD DIY Bima Perkasa, David Singleton saat memimpin sesi latihan tim. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pelatih anyar Bank BPD DIY Bima Perkasa, David Singleton, tampaknya tak ingin buang-buang waktu untuk mempersiapkan tim yang solid menghadapi kompetisi Indonesian Basketball League (IBL), awal Januari 2021 mendatang.

Baru tiba di Yogyakarta pada Minggu (29/11/2020) dilanjutkan menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan, pelatih asal Amerika Serikat ini hanya beristirahat satu hari dan memilih langsung tancap gas memimpin latihan Azzaryan Pradhitya dan kolega sejak Selasa (1/12/2020) di GOR Klebengan, Sleman.

Diakui Dave, sapaan David Singleton, ia menerapkan intensitas tinggi sejak awal memimpin latihan.

Hal tersebut bukan tanpa alasan. Sebab, menurutnya tak banyak waktu yang ia miliki jelang bergulirnya kompetisi.

"Yang akan kami lakukan adalah menerapkan sistem, gaya, dan filosofi saya. Yang harus (pemain) pahami adalah hal apa yang saya suka atau tidak. Kami dikejar waktu saat latihan, karena hanya punya sekira 40 an hari lagi," ujar Dave, Kamis (3/12/2020).

"Karena itu kami mendorong pemain untuk berlatih keras dan aku rasa ke depan akan makin mudah. Kami berlatih keras agar pertandingan semakin mudah," tambahnya.

Di samping itu, ia mengaku senang melihat antusiasme pemain Bank BPD DIY Bima Perkasa saat mengikuti setiap latihan yang ia berikan.

"Setiap hari kita harus mendorong untuk menjadi lebih baik. Pemenang tidak mengeluh," tandas Dave.

Terpisah, presiden klub Bank BPD DIY Bima Perkasa, dr Edy Wibowo, sependapat dengan pernyataan Dave.

Menurutnya, waktu persiapan yang tak panjang menjadi tantangan yang kini dihadapi semua kontestan IBL, tak terkecuali timnya.

"Tantangan kita, waktunya tinggal enam minggu. Kalau persiapan protokol kesehatan itu dihitung dua minggu, dengan gambaran tim datang dua pekan di venue pertandingan yang sudah disiapkan,  otomatis waktu berlatih efektif itu hanya satu bulan di bulan Desember 2020 ini. Awal Januari 2021 sudah tidak lagi dihitung sebagai masa persiapan lagi karena untuk menjalankan protokol kesehatan, baik swab maupun prosedur yang lain," ujar dr Edy.

"Harapan kami dengan waktu tersisa jelang kompetisi, chemistry pelatih, pemain, manajemen, maupun official itu bisa menyatu. Muarnya tentu prestasi yang diharapkan bisa tercapai," harap dr Edy.

( tribunjogja.com )

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved