Status Siaga Gunung Merapi

Sebagian Pengungsi Pulang, 636 Warga Bertahan di 5 Titik Pengungsian di Kabupaten Magelang

Sebagian pengungsi pulang untuk mengikuti ujian sekolah, imunisasi balita, keperluan ternak dan lahan pertanian.

Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Para pengungsi yang bertahan di tempat pengungsian di Balai Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Selasa (10/11/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Sebanyak 636 warga daerah rawan Gunung Merapi masih bertahan di lima titik pengungsian di Kabupaten Magelang, Selasa (1/12/2020).

Jumlah ini setelah terjadi pengurangan sebanyak 71 orang pengungsi.

Sebagian pengungsi pulang untuk mengikuti ujian sekolah, imunisasi balita, keperluan ternak dan lahan pertanian.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Selasa (1/12/2020) pukul 18.00 WIB, ada 636 jiwa yang ada di lima titik pengungsian.

Baca juga: Intensitas Kegempaan Gunung Merapi Meningkat Dua Hingga Lima Kali

Terjadi pengurangan 71 pengungsi dari Dusun Babadan II karena alasan yang disebut di atas.

Pengungsi dari Desa Paten terdiri dari Dusun Babadan 1  (286 Jiwa) di Gedung TEA Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan dan Dusun Babadan 2 (127 Jiwa) di Gedung TEA Desa Mertoyudan, Kecamatan Mertoyudan. Jumlah pengungsi dari Desa Paten sebanyak 413 Jiwa.

Kemudian, Desa Krinjing terdiri dari Dusun Trono (24 Jiwa) di Gedung Balai Desa Deyangan Kecamatan Mertoyudan; Dusun Pugeran (42 Jiwa) di Gedung Balai Desa Deyangan Kecamatan Mertoyudan; Dusun Trayem (53 Jiwa) di Gedung Balai Desa Deyangan Kecamatan Mertoyudan.

Jumlah pengungsi dari Desa Krinjing sebanyak 119 Jiwa.

Terakhir pengungsi dari Desa Keningar terdiri dari Dusun Banaran dan Dusun Gondangrejo (52 jiwa) di Gedung sekolah SDN 1 Ngrajek; Dusun Banaran, (52 Jiwa) di Kades Ngrajek. Jumlah pengungsi dari Desa Keningar sebanyak 104 Jiwa.

Baca juga: Sejak Juni 2020, Gunung Merapi Alami Pemekaran Puncak Sebesar 4 Meter

"Total ada 636 jiwa yang ada di lima titik pengungsian," ujar Kepala Pelaksana, Edy Susanto, Selasa (1/12/2020).

Pemkab Magelang pun terus berupaya mencukupi kebutuhan pengungsi selama di pengungsian.

Kebutuhan logistik, bilik dan makanan untuk pengungsi di tempat pengungsian dicukupi.

Dapur umum disediakan di setiap tempat pengungsian.

Kamar mandi dan lainnya.

Kegiatan-kegiatan dilaksanakan di tempat pengungsian agar warga tak bosan.

Trauma healing, layanan gratis buat warga, bimbingan belajar untuk anak-anak. (Tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved