Penis Bengkok Ketika Ereksi? Mungkin Ini Penyebabnya

Sebagian lainnya mengalami penyakit Peyronie, di mana jaringan luka di mana jaringan parut di penis menyebabkannya membengkok saat ereksi.

Tayang:
Editor: Rina Eviana
Getty Images/iStockphoto
Ilustrasi 

Tribunjogja.com - Pernahkah Anda mengalami penis atau Mr P Anda bengkok saat ereksi?

Jika penis Anda tidak berdiri tegak ketika ereksi, jangan dulu khawatir berlebihan karena Anda tidak sendiri.

Beberapa pria secara alami memiliki bentuk penis yang bengkok secara anatomi.

Namun, sebagian lainnya mengalami penyakit Peyronie, di mana jaringan luka di mana jaringan parut di penis menyebabkannya membengkok saat ereksi.

pisang banana penis ilustrasi
pisang banana penis ilustrasi (ist)

Dilansir WebMD, pada penderita Peyronie, bengkokan penis pada umumnya mengarah ke atas, meskipun arahnya sebenarnya bisa ke mana saja.

Lengkungannya bisa sedikit atau parah, bahkan hingga lebih dari 90 derajat. Tidak ada yang tahu pasti berapa banyak pria yang menderita penyakit Peyronie, tapi para ahli berpendapat jumlahnya mungkin antara 5-10 persen, dan lebih sering terjadi pada pria di atas 40 tahun.

Banyak dokter menduga penyakit Peyronie terjadi akibat cedera ringan pada penis saat berhubungan seks.

Ini bisa terjadi ketika ereksi kurang kuat, yang pada akhirnya memungkinkan penis menekuk. Tetapi banyak pria dengan penyakit Peyronie tidak ingat pernah mengalami itu.

Selain itu, faktor gen juga dapat berperan terhadap risiko seseorang mengalami Peyronie. Peyronie bukan kanker, dan tidak ada bukti bahwa itu disebabkan oleh penyakit menular seksual.

Baca juga: Tak Perlu Obat Kuat, 4 Cara Alami Ini Bikin Hubungan Intim Tahan Lama!

Sementara itu, menurut National Health Service (NHS), beberapa gejala Peyronie, antara lain: Adanya area yang menebal atau benjolan keras (plak) di batang penis.

Namun jarang ada lebih dari satu plak. Terjadi bengkokan pada penis saat ereksi. Pada umumnya melengkung ke atas.

Ilustrasi
Ilustrasi (Pixygirlly)

Nyeri pada penis, biasanya saat ereksi. Bentuk penis tampak aneh, seperti jam pasir, dan Hilangnya panjang atau ketebalan penis.

Baca juga: Inilah 6 Titik Sensitif Tak Terduga yang Bisa Meningkatkan Gairah Saat Hubungan Intim

Beberapa pria dengan kondisi ini merasakan sakit di penis mereka, sementara yang lainnya tidak. Jika Anda benar-benar merasakan sakit, mungkin rasa sakit itu akan membaik seiring berjalannya waktu.

Pada kasus yang parah, penis bengkok pada penderita Peyronie bisa menyulitkan hubungan seks, menyakitkan atau bahkan tidak mungkin diollakukan.

Penyakit ini juga dapat menyebabkan disfungsi ereksi

Perawatan yang diperlukan

Penis bengkok masih mungkin lurus kembali dengan sendirinya.

Pada lebih dari 10 persen pria yang pertama kali melihat penisnya bengkok, penis mereka akan menjadi lebih lurus dari waktu ke waktu.

Namun, kemungkinan besar penis yang bengkok akan menjadi lebih buruk sebelum kondisi menurun, yang bisa memakan waktu satu tahun atau lebih.

Jika kondisi penis benkok tersebut menimbulkan rasa sakit ketika berhubungan seksual atau bengkokannya membuat Anda kesulitan berhubungan seksual, berkonsultasilah dengan dokter.

Beberapa perawatan yang mungkin diberikan termasuk obat-obatan oral, suntikan penis, terapi gelombang kejut ekstrakorporeal (untuk nyeri penis), atau operasi.

Pil atau suntikan pada penis biasanya merupakan perawatan pertama yang akan dicoba oleh dokter. Jika tidak satu pun dari perawatan ini membantu dan Anda terus mengalami kesulitan berhubungan seks, Anda mungkin perlu menjalani operasi.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Penis Bengkok Saat Ereksi, Apakah Normal?"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved