Breaking News:

Update Corona di DI Yogyakarta

Tekan Kemunculan Klaster Baru, Satpol PP DI Yogyakarta Pantau 6 Ponpes

Keenam ponpes tersebut berada di dua kabupaten yakni Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul.

TRIBUNJOGJA.COM / Miftahul Huda
Kasatpol PP DIY Noviar Rahmad 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah memantau enam pondok pesantren (ponpes) baik yang sempat menjadi tempat penularan COVID-19, maupun ponpes yang nihil kasus.

Keenam ponpes tersebut berada di dua kabupaten yakni Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul.

Kepala Satpol PP DIY Noviar Rahmad mengakui edukasi penerapan protokol kesehatan di lingkungan ponpes jauh lebih sulit dibandingkan dengan instansi lain.

Pasalnya, masih ditemui beberapa pengelola ponpes yang tidak mempercayai adanya COVID-19.

Baca juga: Tekan Penularan COVID-19, Sekda DIY Imbau Ponpes Punya Ruang Isolasi Mandiri

Sehingga adu argumen pun sempat terjadi, saat para penegak hukum tersebut memberikan edukasi untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan.

"Ada yang para pengelolanya tidak percaya COVID-19. COVID tidak ada, tapi ya kasus di tempatnya banyak. Sekarang baru sekitar enam pesantren yang kami periksa," kata Noviar, saat dihubungi Tribunjogja.com, Minggu (29/11/2020).

Ia menambahkan, perbedaan pemahaman tersebut menjadi kendala tim penegak hukum dalam memberikan edukasi dan pendisiplinan protokol kesehatan di lingkungan ponpes.

Sebagai upaya penekanan kasus, Satpol PP DIY kini melalukan pendekatan secara persuasif ke beberapa ponpes.

Pihaknya juga meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) di masing-masing kabupaten untuk turut memberikan edukasi terkait protokol kesehatan.

Noviar mengakui, angka positif COVID-19 di lingkungan ponpes cukup tinggi di wilayah DIY beberapa hari terakhir.

Baca juga: BREAKING NEWS : Bertambah 46 Kasus COVID-19 dari Klaster Perkantoran dan Pendidikan di Bantul

Meski mengalami kesulitan, tim penegak hukum tetap melakukan pemantauan secara intensif terkait penerapan protokol kesehatan di lingkungan ponpes, sebagai upaya penekanan kasus.

"Kemarin kami ke Krapyak. Ya selain di lingkungan ponpes, kami juga memastikan lingkungan warga sekitarnya juga aman," tegas Noviar.

Ia menegaskan, beberapa ponpes diperbolehkan beraktivitas karena mereka berada di dalam satu lingkungan yang tingkat mobilitas masuk dan keluarnya terbatas.

Nemun demikian, lanjut Noviar, bukan berarti warga ponpes mengabaikan penerapan protokol kesehatan. 

"Ponpes itu kan memang dikarantina ya. Lingkungannya terbatas untuk para santri, tapi ya tetap harus menerapkan protokol kesehatan," tegas Noviar. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Miftahul Huda
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved