Breaking News:

Status Siaga Gunung Merapi

BPPTKG : Pendakian ke Puncak Merapi Walaupun dengan Alasan Mitigasi Tidak Dibenarkan

Pendakian ke Gunung Merapi yang terjadi beberapa waktu lalu tidak dapat dibenarkan.

Tangkapan layar Siaran Informasi BPPTKG, Sabtu (28/11/2020).
Kepala Seksi Gunung Merapi BPPTKG, Agus Budi Santoso. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Kepala Seksi Gunung Merapi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Agus Budi Santoso menyampaikan,  pemantauan visual yang dilakukan BPPTKG saat ini sudah semakin canggih.

Perubahan morfologi Gunung Merapi pun dapat diamati dari berbagai sisi dengan kemampuan yang memadai. 

Menurutnya, teknologi drone dan satelit memungkinkan mendapatkan data pemantauan visual tanpa harus memasuki daerah bahaya.

"Metode visual kami sudah cukup memadai sehingga tidak diperlukan misi ke puncak yang itu sangat berbahaya," ujarnya dalam Siaran Informasi BPPTKG, Sabtu (28/11/2020).

Baca juga: HEBOH Unggahan Pendaki Gunung Merapi Rekam Guguran Lava, Ini Tanggapan BPPTKG

Dalam kesempatan tersebut, Agus juga menyinggung perihal kejadian beberapa waktu lalu, yakni ada pihak yang mendaki ke puncak Gunung Merapi.

Menurutnya, hal itu tidak dapat dibenarkan walaupun untuk tujuan mitigasi bencana Gunung Merapi

"Kejadian kemarin ada teman kita yang mendaki ke puncak itu tidak bisa dibenarkan karena dapat membahayakan diri sendiri. Kita tahu dari data pemantauan yang ada kondisi tebing kawah ini tidak stabil, beberapa waktu lalu bahkan sengaja kami informasikan kejadian guguran di Lava 1954, ini sangat luar biasa, volumenya sangat besar, dan mengubah morfologi puncak," ungkapnya. 

"Kita bisa bayangkan kalau kita berada di situ, itu adalah kondisi yang sangat berbahaya. Sehingga kami sangat tidak menyarankan ada misi apa pun meskipun itu alasan mitigasi ke puncak Gunung Merapi," sambung Agus. 

Agus menjelaskan, saat ini pemantauan Gunung Merapi telah dilakukan dengan berbagai peralatan canggih yang memadai untuk analisis dari semua sektor. 

Baca juga: Sejak Juni 2020, Gunung Merapi Alami Pemekaran Puncak Sebesar 4 Meter

Untuk pemantauan visual contohnya, BPPTKG telah dilengkapi dengan foto udara menggunakan drone hingga citra satelit.

Di samping juga dengan pengamatan visual secara langsung dan fotografi. 

Agus menambahkan, pihaknya berpesan kepada masyarakat untuk tetap tenang dan bersabar menghadapi aktivitas Gunung Merapi ini.

“Kita berikan waktu kepada Gunung Merapi untuk berekspresi karena selama ini sudah memberi manfaat yang sangat besar untuk kita. Mudah-mudahan semua mendapat lindungan dari Allah SWT,” tandasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved