Pandemi Virus Corona

Sudah Terima 95 Persen Persyaratan Mutu, BPOM Masih Tunggu Hasil Uji Klinis Tahap 3 Vaksin Sinovac

Sudah Terima 95 Persen Persyaratan Mutu, BPOM Masih Tunggu Hasil Uji Klinis Tahap 3 Vaksin Sinovac

Editor: Hari Susmayanti
AFP/NOEL CELIS
Calon vaksin Covid-19 buatan Sinovac Biotech dipamerkan di China International Fair for Trade in Services (CIFTIS) di Beijing, Minggu (6/9/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Proses izin edar vaksin corona hingga kini terus berjalan.

Hingga saat ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah menerima 95 persen persyaratan mutu dari bakal vaksin virus corona yang diproduksi oleh Sinovac.

Meski demikian, BPOM masih menanti hasil uji klinis tahap ketiga atas vaksin tersebut yang sedang dilakukan di Bandung.

“Hingga saat ini, data yang diterima oleh Badan POM adalah dokumen mutu yang mencakup 95 persen persyaratan mutu, laporan pelaksanaan uji pre-klinik, dan laporan interim uji klinik fase satu dan fase kedua (bakal) vaksin Sinovac pada subjek dewasa dan orang tua," ujar Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM) Penny K Lukito dikutip dari siaran pers BPOM, Jumat (27/11/2020).

 "Kami masih menunggu kelengkapan data dari hasil uji klinik yang sedang berlangsung,” kata dia.

Sebagaimana syarat dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), dalam menerbitkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) pada kondisi pandemi, perlu sejumlah hal, di antaranya, data dukung yang diserahkan oleh pihak industri farmasi untuk menyatakan obat atau vaksin yang akan diberikan izinnya memenuhi standar keamanan, khasiat, dan mutu.

Dalam konteks pemberian EUA untuk bakal vaksin Sinovac, data minimal yang dipersyaratkan yakni hasil akhir dari uji klinis fase pertama dan fase kedua yang sebelumnya dilakukan di Tiongkok serta data interim analisis uji klinik fase ketiga.

Baca juga: BREAKING NEWS : Bertambah, 7 KPPS Pilkada Gunungkidul Terpapar COVID-19

Baca juga: Bupati Situbondo Meninggal Terpapar Virus Corona, Sempat Dirawat Tiga Hari di RSUD Dr Abdoer Rahem

Data interim ini mencakup data keamanan dan efikasi vaksin dari uji klinik fase ketiga di Brazil dan uji klinik fase ketiga di Bandung.

Lebih lanjut, Penny mengatakan, para peneliti dan PT Bio Farma melaporkan bahwa perkembangan penyelesaian uji klinis sudah sesuai dengan timeline yang direncanakan.

"Beberapa pemeriksaan di laboratorium sedang berlangsung, dan pemantauan subjek uji klinis dalam tiga bulan setelah mendapatkan suntikan sedang dilakukan," kata Penny.

“Mengingat ketatnya timeline yang harus dijaga untuk memenuhi target persetujuan EUA terhadap vaksin Sinovac, kami mengharapkan komitmen dan kerja sama yang baik dari seluruh pihak yang terlibat," tutur dia.

Dengan begitu, BMPOM berharap, ketersediaan vaksin Sinovac nantinya dapat tercapai sesuai waktu yang ditargetkan, yaitu akhir Januari 2021.

Tentunya dengan jaminan terhadap keamanan, khasiat, dan mutunya untuk digunakan oleh masyarakat.

"BPOM berharap agar data-data terkait, terutama data imunogenisitas, data keamanan, dan data efikasi vaksin dapat tersedia pada akhir Desember 2020," kata Penny.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "BPOM Sudah Terima 95 Persyaratan Mutu Bakal Vaksin Sinovac

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved