Breaking News:

Segini Harga Permeter Tanah Warga di Desa Sidoharjo Klaten yang Terdampak Pembangunan Tol Yogya-Solo

Bidang tanah yang terdampak pembangunan tol Yogya-Solo di desai itu tersebar dalam berbagai aset di atasnya, mulai dari sawah hingga rumah.

Jasa Marga
Sebanyak 436 bidang tanah kas desa yang tersebar di 50 desa kelurahan di Kabupaten Klaten terdampak pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Solo. 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Warga di Desa Sidoharjo, Kabupaten Klaten, telah sepakat dengan harga pengganti lahan mereka yang terdampak pembangunan tol Yogyakarta-Solo.

Kepala desa (Kades) Sidoharjo, Tri Manto, mengatakan jika di desa yang ia pimpin terdapat sekitar 100 bidang tanah milik dari 84 warga desa yang terdampak tol Yogyakarta-Solo tersebut.

Bidang tanah tersebut tersebar dalam berbagai aset di atasnya, mulai dari sawah hingga rumah.

"Di sini, awalnya ada 84 bidang tanah yang terdampak pembangunan tol. Tapi kemudian ada penambahan sedikit-sedikit hingga totalnya menjadi 100 bidang," ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya.

Baca juga: Kisah Darusalam, Warga Klaten yang Pekarangannya Terdampak Tol Yogyakarta-Solo Seluas Satu Meter

Baca juga: Begini Tanggapan Warga Saat Musyawarah Ganti Rugi Tanah Jalan Tol Yogya-Solo di Klaten

Ia mengatakan jika di Desa Sidoharjo, mayoritas masyarakat yang tanahnya terdampak jalan tol sepakat dengan penawaran ganti rugi yang telah disampaikan oleh panitia pengadaan tanah proyek jalan tol tersebut.

"Mayoritas warga setuju. Insya Allah setuju semua, karena itu kan program pemerintah. Mau nggak mau ya dia yang rugi," ucapnya.

Menurutnya, harga tanah yang ditawarkan oleh panitia pengadaan tanah proyek jalan tol juga sudah cukup tinggi, jika dibandingkan harga tanah pasaran normal di desa tersebut.

"Di sini biasanya satu meter tanah itu dihargai sekitar Rp400 ribu, kalau untuk tol dihargai sekitar Rp600 ribu. Ini kan juga sudah bisa untuk beli sawah lagi, malah untung juga, jadi masyarakat mayoritas sepakat," akunya.

Suasana musyawarah ganti rugi pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Solo di Desa Sidoharjo, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Rabu (25/11/2020)
Suasana musyawarah ganti rugi pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Solo di Desa Sidoharjo, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Rabu (25/11/2020) (Tribunjogja/ Almurfi Syofyan)

Ditambahkan Tri Manto, untuk tanah yang aset di atasnya berupa bangunan dan berada di dekat jalan kabupaten, tanahnya dihargai Rp1 juta permeternya.

"Iya, kalau tanah yang ada bangunannya beda lagi harganya. Kisarannya Rp1 juta permeter,"tambahnya.

Halaman
12
Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved