Breaking News:

GKR Mangkubumi : Pramuka Bertugas di Posko Sejak Warga Lereng Gunung Merapi Mengungsi

Kwartir Daerah Gerakan Pramuka DIY salurkan barang bantuan untuk mendukung Pos Kesiapsiagaan Merapi, Rabu (25/11/2020). 

Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
Tribunjogja/ Santo Ari
Ketua kwartir daerah gerakan Pramuka DIY, GKR Mangkubumi mengecek barang bantuan 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN- Kwartir Daerah Gerakan Pramuka DIY salurkan barang bantuan untuk mendukung Pos Kesiapsiagaan Merapi, Rabu (25/11/2020). 

Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka DIY, GKR Mangkubumi saat ditemui bumi perkemahan Taman Tunas Wiguna Babarsari menyatakan bahwa anggota Pramuka sudah bertugas di posko sejak warga mengungsi.

Dari pantauanya, mereka yang mengungsi saat ini adalah warga Glagaharjo, dusun Kalitengah lor sebanyak 239 jiwa. 

Baca juga: UPDATE Covid-19 Hari Ini 25 November 2020: Kasus Baru Tambah 5.534, Tingkat Kesembuhan di Angka 84%

Baca juga: Doa Minta Dibukakan Rezeki dari Segala Penjuru Arah Bahasa Arab dan Terjemahannya

Namun diungkapkannya, peran Pramuka mulai sudah dari jauh hari sebelumnya, yakni pada saat prabencana bersama BPBD ikut menyusun rencana kontijensi di kabupaten termasuk rencana kontijensi di 7 desa di lereng Gunung Merapi.

Penyesuaian pun dilakukan yakni pada saat pandemi Covid-19 segala sesuatu mengadopsi aturan protokol kesehatan. 

SOP pada status siaga kali ini dilakukan evakuasi terbatas, yakni kepada lansia, ibu hamil, anak-anak.

Baca juga: Peringatan Dini BMKG: Kamis Besok, Waspadai Hujan Lebat dan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah Ini

Baca juga: Peringatan Hari Guru Nasional dan HUT ke-75 PGRI, Guru di Yogyakarta Mesti Lebih Profesional

"Dan Pramuka di sana tugasnya yaitu Saka Bakti Husada.  Tugasnya untuk memeriksa kesehatan seperti tensi, suhu tubuh, kepada penyintas dan petugas atau relawan di sana," ujarnya. 

Melalui penyaluran bantuan kali ini, pihaknya ingin memperbarui informasi keadaan di posko pengungsian sekaligus untuk mengecek protokol kesehatan dijalankan dengan baik.

GKR Mangkubumi menekankan bahwa jangan sampai barak pengungsian yang sudah terbangun baik ini malah menjadi klaster penularan Covid-19.

Terlebih saat ini kasus Covid-19 di DIY angkanya masih stabil tinggi. 

"Kami juga selalu mengkampanyekan perubahan perilaku. Apa yang diakukan ke depan tidak bisa seperti dulu, protokol kesehatan nomor satu," tandasnya. (nto)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved