KPop

3 Kisah Pilu di Balik Popularitas Selebritis dalam Industri K-Pop

Setidaknya ada 3 kisah memilukan yang merekan bagaimana perjuangan para selebritis korea dalam industri musik K-Pop

Penulis: Fatimah Artayu Fitrazana | Editor: Mona Kriesdinar
https://unsplash.com/Riccardo Mion
Ilustrasi. 

TRIBUNJOGJA.COM - Di balik kisah sukses dan gemerlapnya pada selebritis K-Pop (Korean Pop) tersimpan kisah pilu tentang perjuangan mereka. Para idol yang kini bergelimang sukses itu, menjalani masa penempaan yang tak mudah.

Kerja keras yang luar biasa sebelum debut adalah kenangan yang menjadi cambuk semangat bagi mereka sebelum akhirnya bisa debut dan meraih kesuksesan.

Tapi sayangnya, tak semua grup dan idol bisa sampai di tahap kesuksesan dengan perjalanan yang mulus. Ada sebagian cerita seputar pengalaman buruk di industri ini.

Berikut adalah kumpulan cerita memilukan di industri K-Pop, dilansir Tribunjogja.com dari laman Koreaboo.com:

1. Mantan anggota S#arp Lee Jihye di-bully oleh Seo Jiyoung

S#arp adalah grup K-Pop yang dibentuk oleh keluarga Seo Jiyoung, yang dikabarkan merupakan salah satu keluarga terkaya di industri saat itu.

Namun, Seo Jiyoung dan keluarganya tidak senang ketika Lee Jihye ditambahkan ke grup.

Seo Jiyoung tidak menyukai Lee Jihye sampai-sampai dia terus-menerus mem-bully-nya dan mengundang beberapa anggota keluarganya untuk bergabung.

Grup ini akhirnya bubar pada tahun 2002 karena semua itu. Namun, ketika grup dibubarkan, Seo Jiyoung mencoba membayar manajer mereka untuk berbohong tentang bullying.

Manajer menolak tawaran Seo Jiyoung dan secara terbuka mengungkapkan hal-hal buruk yang dialami Lee Jihye.

2. Girl group (tak disebutkan namanya) diculik dan dipukuli

Di acara Brave Reporters, ada kisah memilukan yang dibagikan tentang girl grup yang sekarang dibubarkan.

Terungkap bahwa girl grup ini telah mendapatkan banyak perhatian bahkan sebelum debut mereka, karena anggotanya sangat terampil, dan salah satunya adalah mantan kontestan kontes kecantikan.

Saat grup ini debut, mereka langsung memiliki jadwal yang padat. Namun, suatu hari, para anggota tiba-tiba tidak muncul di siaran yang dijadwalkan dan tidak mengangkat telepon saat CEO mereka.

CEO tidak dapat menghubungi para anggota sampai salah satu anggota menelepon beberapa hari kemudian.

Namun, CEO agak terkejut, karena suara anggota tersebut terdengar agak "aneh". CEO lebih terkejut ketika dia bertemu dengan para anggota, karena mereka jauh lebih kurus dari sebelumnya, tubuh yang bau, dan menggigil ketakutan.

Para anggota kemudian mengungkapkan kepada CEO bahwa mereka diculik dan dipukuli oleh salah satu produser mereka.

Produser itu telah mengundang para anggota ke rumahnya dan ingin mereka menandatangani kontrak dengan perusahaan lain.

Ketika para anggota menolak, dia memukuli mereka dengan tongkat baseball dan mengunci mereka di dalam ruangan selama beberapa hari.

Setelah insiden memilukan ini, para anggota memutuskan untuk pensiun sebagai idol dan meninggalkan industri.

3. Anggota The East Light mendapat kekerasan dari perusahaan mereka

Pada tahun 2018, mantan anggota The East Light, Lee Seokcheol, mengungkapkan bahwa para anggota menjadi korban penyerangan dan pelecehan oleh perusahaan mereka (Media Line Entertainment).

Dia berbagi bahwa para anggota terus-menerus dipukuli oleh CEO dan produser mereka.

Lee Seokcheol juga mengungkapkan bahwa para anggota dipukuli karena berbagai alasan, misalnya melakukan kesalahan selama latihan, dan mereka akan dipukuli dengan berbagai benda, termasuk pemukul bisbol.

Dia juga memberikan foto untuk menunjukkan beberapa luka yang ada pada tubuhnya.

( Tribunjogja.com | Fatimah Artayu Fitrazana)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved