Breaking News:

'Sejangkauan Tangan' Gerakan Sosial Saat Pandemi yang Kini Menjangkau Ratusan Ribu Orang

Gerakan Sejangkauan Tangan merupakan inisiatif berbagai di tengah pandemi dengan cara membagikan paket sayuran gratis untuk warga

IST | Arief Winarko | sejangkauantangan
Warga sedang mengambil sayuran yang digantungkan di pagar rumah. Paket sayuran ini dibagikan oleh komunitas Sejangkauan Tangan yang merupakan gerakan sosial membantu warga dengan membagikan sayuran gratis di masa pandemi ini 

Sejangkauan Tangan, begitulah nama gerakan kepedulian sosial itu. Sesuai namanya, awalnya gerakan ini hanya menjangkau warga terdekat saja, yakni di Padukuhan Kutuwates, Sinduadi, Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Mereka membagikan paket-paket sayuran yang digantungkan di titik-titik posko distribusi. Sayuran ini bisa dimanfaatkan secara gratis oleh warga. Niat utamanya, yakni berbagi dan membantu warga di tengah situasi sulit Pandemi Covid - 19.

Gerakan Sejangkauan Tangan di Kampung Sawahan, Mlangi, Sleman pada Selasa (24/11/2020). Paket-paket sayuran digantungkan di titik-titik distribusi dan bisa diambil secara gratis oleh warga
Gerakan Sejangkauan Tangan di Kampung Sawahan, Mlangi, Sleman pada Selasa (24/11/2020). Paket-paket sayuran digantungkan di titik-titik distribusi dan bisa diambil secara gratis oleh warga (IST | Arief Winarko | sejangkauantangan)

Jika awalnya hanya menjangkau warga sekitar, kini inisiatif baik itu sudah menjangkau ratusan ribu orang di berbagai daerah.

"Saya pun enggak nyangka bisa terus berjalan," kata Arief Winarko, sang penggagas Sejangkauan Tangan, Selasa (24/11/2020).

Adapun titik distribusi di DIY sendiri ada di Cabean, Sewon, Bantul, Patangpuluhan dan Sidikan Umbulharjo Kota Yogyakarta, Cokrokusuman, Kutuwates, Sawahan Mlangi, dan Seyegan, Sleman. Sementara di daerah lain ada di Samarinda, Depok Jawa Barat, Samarinda dan Kendal, Jawa Tengah. Dengan hampir mencapai 200 paket sayuran yang sudah dibagikan.

Sementara mereka yang tergabung sebagai relawan berasal dari berbagai profesi. Ada Bu RT, penjahit, pedagang, ada jurnalis, guru, dosen serta ada pula pelajar.

"Padahal relawannya juga tidak diberi apa-apa, hanya semangat peduli dan berbagi saja," tambahnya.

Awal Mula Sejangkauan Tangan

Warga sedang mengambil sayuran yang digantungkan di pagar rumah. Paket sayuran ini dibagikan oleh komunitas Sejangkauan Tangan yang merupakan gerakan sosial membantu warga dengan membagikan sayuran gratis di masa pandemi ini
Warga sedang mengambil sayuran yang digantungkan di pagar rumah. Paket sayuran ini dibagikan oleh komunitas Sejangkauan Tangan yang merupakan gerakan sosial membantu warga dengan membagikan sayuran gratis di masa pandemi ini (IST | Arief Winarko | sejangkauantangan)

Arief menceritakan komunitas Sejangkauan Tangan dibentuk sejak 8 Mei 2020 lalu di Sleman, Yogyakarta. Ia bersama Endry Sulistyo membuat inisiatif ini untuk menyikapi pandemi covid-19. Mereka tergerak untuk membantu warga yang tengah kesulitan lantaran pandemi yang menghantam berbagai sektor kehidupan.

Yakni dengan membagikan paket sayuran secara gratis. Isinya ada buncis, tomat, cabai, kol, bayam, wortel, timun, terong, hingga labu siam.

Beberapa jenis sayuran yang dibagikan komunitas Sejangkauan Tangan. Sayuran-sayuran tersebut dibeli dari para petani di Desa Sumber, Kecamatan Dukun, Magelang
Beberapa jenis sayuran yang dibagikan komunitas Sejangkauan Tangan. Sayuran-sayuran tersebut dibeli dari para petani di Desa Sumber, Kecamatan Dukun, Magelang (IST | Arief Winarko | sejangkauantangan)

Pembagian tidak diberikan secara langsung, melainkan digantungkan di titik-titik distribusi. Ada yang di pagar rumah, ada yang digantungkan di bambu dan di tempat lainnya. Setiap titik, paling tidak ada 80 paket sayuran yang digantungkan.

Adapun sayuran itu dibeli dari petani di Desa Sumber, Kecamatan Dukun, Muntilan, Magelang. Dengan cara demikian, mereka juga secara tidak langsung membantu para petani sayuran yang juga terdampak pandemi covid 19.

Halaman
12
Penulis: Mona Kriesdinar
Editor: Mona Kriesdinar
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved