Bisnis
Jelang Nataru, Harga Daging Ayam Potong di Bantul Naik
Estimasi kenaikan harga daging ayam bervariasi di Bantul, antara Rp 3.000 - 4.000 per kilogram.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bantul, Sukrisna Dwi Susanta mengatakan, harga daging ayam di Kabupaten Bantul akhir November serta menjelang natal dan tahun baru terpantau merangkak naik.
Estimasi kenaikan bervariasi, antara Rp 3.000 - 4.000 per kilogram.
Kenaikan tersebut, menurut dia, masih wajar dan terjangkau.
"Kemarin kan Rp 28 ribu/kilo, sekarang sudah Rp 31-33 ribu/kilo," ujar dia, Selasa (24/11/2020).
Sukrisna mengatakan, kenaikan harga tersebut berdasarkan hasil pantauan jajarannya di sejumlah pasar besar di Bantul.
Di antaranya, Pasar tradisional Piyungan, Pasar imogiri, Pasar Niten dan Pasar Bantul.
Baca juga: Kembangkan Bakat, Warga Pesisir di Bantul Dilatih Membatik
Menurut dia, selain daging ayam, komoditas yang terpantau mengalami kenaikan di Bantul yaitu bawang merah dan cabai merah.
Bawang Merah, kata Sukrisna saat ini bertengger di harga Rp 33 ribu perkilogram.
Padahal, di awal November sebelumnya, kata dia, masih berada di kisaran harga Rp 26-27 ribu perkilogram.
Sementara, cabai merah mengalami kenaikan tetapi tidak signifikan.
Hanya Rp 3.000 perkikogram.
"Awalnya Rp18-19 ribu perkilo, sekarang sudah Rp 24-25 ribu perkilo," ucapnya.
Meski beberapa komoditas mengalami kenaikan, Sukrisna memastikan stok barang dan kebutuhan pokok di Bantul saat ini masih aman dan tercukupi. Sejumlah komoditas harganya masih stabil.
Seperti misalnya, daging sapi masih stabil berada diharga Rp 110-120 ribu perkilo.
Beras dengan kualitas biasa Rp 9.100/kg. Kemudian beras kualitas medium Rp 10.200/kg.
Baca juga: Fakta-fakta Halte Sedekah di Bantul, Tempat Warga Berbagi Makanan Gratis untuk Sesama
"Ketersediaan kebutuhan sembako dan sebagainya, masih cukup dan aman," ungkap dia.
Sementara itu, pedagang daging ayam potong di pasar Imogiri, Mbah Surip mengatakan, kenaikan harga daging ayam di pasaran bersifat fluktuatif atau tidak tetap.
Kadang naik, kadang juga turun.
Ia tidak mengetahui sebab pasti kenaikan.
Yang jelas, kata dia, daging ayam di pasar Imogiri pada awal bulan masih Rp 28-29 ribu perkilogram.
Kemudian menjelang akhir November terus merangkak naik.
"Kemarin sempat Rp 34 ribu. Kemudian, turun lagi seribu. Sekarang bertahan di Rp 33 ribu perkilo," ucapnya.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/jelang-nataruharga-daging-ayam-potong-di-bantul-naik.jpg)