PUKAT UGM Minta KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Proyek Pembangunan Stadion Mandala Krida Yogyakarta

Pukat UGM meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan pendalaman terhadap dugaan korupsi dalam proyek pembangunan Stadion Mandala Krida

Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Hasan Sakri Ghozali
Stadion Mandala Krida Yogyakarta 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pusat Kajian Anti (Pukat) Korupsi Universitas Gadjah Mada (UGM) meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan pendalaman terhadap dugaan korupsi terkait pekerjaan pembangunan Stadion Mandala Krida, Yogyakarta.

Hal itu termasuk pula terkait bila adanya dugaan keterlibatan penyelenggara dalam kasus tersebut. 

"Kami tentu mendorong institusi penegak hukum untuk mendalami lebih jauh terkait keterlibatan penyelenggara dalam kasus ini," kata peneliti Pukat Korupsi UGM, Yuris Rezha, Senin (23/11/2020). 

Baca juga: BREAKING NEWS : KPK Selidiki Dugaan Korupsi pada Proyek Pembangunan Stadion Mandala Krida Yogyakarta

Baca juga: Dugaan Korupsi Pembangunan Stadion Mandala Krida Yogyakarta, Operasional Tetap Berjalan Normal

Diketahui, saat ini KPK memang disebut tengah melakukan pengusutan terhadap perkara dugaan korupsi pembangunan stadion Mandala Krida Yogyakarta, dalam APBD TA 2016-2017 di Pemda DIY.

"Pekerjaan selanjutnya bagi penegak hukum tentu harus menelusuri apakah ada praktik tindak pidana korupsi disini," ujarnya. 

"Bisa jadi modus korupsinya suap, gratifikasi atau bahkan kerugian keuangan negara, jika ternyata pembangunan yang dilakukan di bawah spesifikasi yang telah ditentukan," papar dia.

Stadion Mandala Krida
Stadion Mandala Krida (TRIBUNJOGJA.COM / Hanif Suryo)

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang mengusut kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Stadion Mandala Krida Yogyakarta pada APBD tahun anggaran 2016-2017.

Bahkan, penanganan kasus ini telah ditingkatkan ke tahap penyidikan.

"Saat ini sedang dilakukan penyidikan oleh KPK dalam perkara dugaan korupsi pekerjaan pembangunan stadion Mandala Krida APBD Tahun Anggaran 2016-2017 di pemerintahan Daerah Istimewa Yogyakarta," kata Plt Juru Bicara Penindakan KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (23/11/2020).

Seiring dengan ditingkatkannya penanganan perkara ke tahap penyidikan, KPK disebut telah menetapkan tersangka dalam kasus ini.

Ali tak membantah mengenai hal tersebut.

Baca juga: Stadion Mandala Krida Disiapkan Jadi Venue Latihan Klub Liga 1 2020

Baca juga: FIFA Khawatir Gunung Merapi, Stadion Mandala Krida Tersisih dari Daftar Venue Piala Dunia U-20 2021

Namun, Ali mengaku belum dapat menyampaikan informasi lebih rinci mengenai kasus ini, termasuk mengenai pihak yang telah menyandang status tersangka.

Hal ini lantaran masih terdapat serangkaian kegiatan penyidikan.

"Untuk pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka belum bisa kami sampaikan saat ini. Pengumuman penetapan tersangka akan dilakukan bersamaan dengan upaya paksa penangkapan atau penahanan para tersangka. Untuk itu pada waktunya nanti akan kami sampaikan siapa saja yang telah ditetapkan sebagai tersangka," kata Ali. 

( tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved