Breaking News:

Pemanfaatan Serat Aren dan Cangkang Kerang Darah Sebagai Bahan Papan Interior Mobil

Limbah serat aren khususnya di Jawa Tengah merupakan masalah bagi lingkungan, banyak ditemui beberapa diantaranya yaitu Klaten, Kendal, Cilacap

ist
Serat Aren 

PERKEMBANGAN desain interior mobil dewasa ini sangat pesat dan banyak diperbincangkan di dunia otomotif, salah satunya adalah kreasi untuk membuat desain interior mobil yang semakin elegan dan ramah lingkungan.

Interior mobil saat ini masih bergantung menggunakan plastik yang relatif kurang ramah lingkungan dan sulit untuk di daur ulang. Selain dengan bahan plastik, Salah satu bahan yang bisa digunakan untuk interior mobil yaitu komposit buatan dari bahan serat alam yang bisa membuat tampilan interior mobil lebih elegan ringan, dan ramah lingkungan.

Limbah serat aren khususnya di Jawa Tengah merupakan masalah bagi lingkungan, banyak ditemui beberapa diantaranya yaitu Klaten, Kendal, Cilacap, Jepara, Sukabumi, dan Sumedang.

Salah satunya di Klaten terdapat 137 pengrajin mampu menghasilkan limbah berupa serat sejumlah 659 ton/tahun atau 2,19 ton/hari (Juliano & Ahmad, 2020). Di daerah lain yaitu di Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, terdapat pengrajin pati aren yang menghasilkan limbah padat ampas pati aren sekitar 80 ton/hari.

Selain limbah serat aren, limbah cangkang kerang darah juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengisi komposit. Sebagian besar pemanfaatannya masih terbatas pada daging kerang untuk dikonsumsi dan cangkangnya akan menghasilkan limbah.

Penelitian yang dilakukan oleh (Andika & Safarizki, 2019) bahwa produksi limbah cangkang kerang darah di Sukoharjo pada tahun 2019 sekitar 360kg per hari. Selain di Sukoharjo, di daerah Demak adalah salah satu kawasan penghasil kerang terbesar di Jawa Tengah yang mampu menghasilkan sebanyak 311 ton kerang pada tahun 2018 (Sudarmawan, Departemen, Kelautan, & Perikanan, 2020).

Keberadaan limbah Serat Aren dan cangkang kerang Darah semakin lama semakin banyak dan menganggu. Jika limbah dibuang terus menerus tanpa adanya pengolahan yang tepat dapat menimbulkan gangguan keseimbangan dengan demikian menyebabkan lingkungan tidak berfungsi seperti semula dalam arti kesehatan, kesejahteraan, dan keselamatan hayati

Menurut beberapa penelitian yang telah dilakukan mengenai serat aren dan cangkang kerang darah bahwa pada penelitian yang dilakukan oleh (Fauziah, Risdianto, & Imaduddin, 2019) bahwa penambahan serbuk cangkang kerang darah 5% yaitu sebanyak 3,54 Mpa yang sebelumnya 3,00 Mpa dan presentase serbuk cangkang kerang darah 7,5% dengan hasil yang sama.

Persamaan kenaikan nilai juga ditunjukkan pada penelitian (Imani, Yanto, & Susiwa, 2019) bahwa presentase pada 7,5% juga mengalami penurunan dengan nilai 23,33 Mpa dan nilai tertinggi pada komposisi 5% dengan nilai 24 Mpa. Sedangkan Penelitian yang dilakukan oleh (Nur, Safri, Thariq, & Sultan, 2020) kekuatan tarik komposit terbesar terjadi pada penambahan komposisi rasio 30%  serat  aren  dan  70%  serat  kaca  dengan  nilai  55,7%.

Selain  itu, penelitian yang dilakukan (Widyantoro, 2019) menghasilkan kuat impact dengan perbandingan volume 70:15:15% didapatkan nilai impact sebesar 0,0118 J/mm2 dan kuat tarik sebesar 0,1114 N/mm2 dengan perbandingan volume yang sama.

Komposit dengan bahan baku kombinasi serat aren dan cangkang kerang darah belum ditemukan   pada   penelitian   sebelumnya, hal   tersebut   berpotensi   untuk menciptakan inovasi baru. Mudahnya dalam mencari bahan baku yang melimpah serta kurang dalam nilai jualnya akan sangat berdampak dari segi ekonomis maupun lingkungan sekitar karena berkurangnya limbah.

Potensi yang sangat besar dapat dilihat setelah menganalisis pembahasan yang ada di sub bab sebelumnya. Adanya komposit serat aren dan cangkang kerang darah diharapkan dapat digunakan dalam interior mobil, selain itu komposit dari serat aren dan cangkang  kerang  darah  tidak  mudah  keropos,  ramah  lingkungan,  dan  lebih artistik saat digunakan.

Sehingga pada saat menggunakan mobil merasa lebih aman dan nyaman yang mampu  menarik  minat  konsumen  untuk  dijadikan produk  unggulan,  saat  ini  industri  otomotif  dalam  mengembangkan  interior mobil masih menggunakan bahan mewah yang pastinya mempunya harga yang lebih mahal seperti kulit, kayu, dan pilished chrome. Serat aren dan cangkang kerang darah selain harganya yang murah, juga sangat berpotensi untuk dijadikan komponen di interior mobil. (*)

*Oleh: Ajik Habib Ma’sum, Ketua Tim Program Kreativitas Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta

Editor: Ikrob Didik Irawan
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved