Provinsi Jawa Timur

Kabur dari Penjara, 4 Tahanan di Lumajang Tinggalkan Surat 'Maaf Numpang Lewat Kami Rindu Keluarga'

Sepucuk surat ditinggalkan oleh empat tahanan yang kabur dari penjara Polres Lumajang pada Jumat (20/11/2020) subuh.

Editor: Hari Susmayanti
Shutterstock
Ilustrasi. 

TRIBUNJOGJA.COM, LUMAJANG - Sepucuk surat ditinggalkan oleh empat tahanan yang kabur dari penjara Polres Lumajang pada Jumat (20/11/2020) subuh.

Surat tersebut ditinggalkan oleh para pelaku di tumpukan baju tahahanan yang ditinggalkan di lantai rumah warga yang temboknya dijebol.

Dalam surat tersebut, para pelaku menuliskan kalimat 'Maaf numpang lewat kami rindu keluarga'.

Polisi pun langsung bergerak cepat terhadap kasus kaburnya empat tahanan dari Mapolres Lumajang ini.

Usaha polisi mengejar para pelaku pun akhirnya mulai membuahkan hasil.

Salah satu tahanan yang kabur bernama Ahmad Afandi berhasil ditangkap.

Sementara tiga lainnya masih dalam pengejaran petugas.

Ilustrasi penjara
Ilustrasi penjara (HER CAMPUS via tribunnews)

Baca juga: Dinilai Berprestasi, Polres Klaten Beri Penghargaan Kepada Sederet Kepala Desa dan Anggotanya

Baca juga: Ini Ciri Ciri Kucing Terkena Jamur, Kenali Segera, Bagaimana Cara Merawatnya Ada Di Sini

Kronologi Kaburnya Tahanan

Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Masykur mengungkapkan kaburnya empat tahanan ini diketahui setelah petugas menghitung jumlah tahanan seusai melaksanakan shalat subuh berjamaah pada Jumat (20/11/2020) pagi.

"Jadi saat itu shalat Subuh berjamaah dipimpin oleh anggota.

Waktu itu dihitung semua lengkap, setelah itu wirid (berzikir). Ternyata pada saat itu empat itu yang lolos," katanya.

Mengetahui ada tahanan kabur, petugas langsung dikerahkan untuk melakukan penyelidikan.

Dari hasil penyelidikan, para pelaku berhasil melarikan diri dari tahanan dengan cara menjebol tembok penjara dan rumah warga yang letaknya berhimpitan.

Adapun caranya yaitu melobanginya dengan menggunakan kayu selama kurang lebih satu bulan.

"Di sini kan enggak ada lampu, enggak ada listrik, itu SOP karena bahaya megang setrum bunuh diri, sehingga ruangan itu kan gelap.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved