Jawaban Tuntas Kustini - Danang Bareng Stakeholder Mbangun Sleman

Pasangan nomor urut 3 Pilkada Sleman, calon Bupati Kustini Sri Purnomo dan calon Wakil Bupati Danang Maharsa akan merangkul semua stakeholder

Ist
Pasangan nomor urut 3 Pilkada Sleman, calon Bupati Kustini Sri Purnomo dan calon Wakil Bupati Danang Maharsa 

TRIBUNJOGJA.COM - Pasangan nomor urut 3 Pilkada Sleman, calon Bupati Kustini Sri Purnomo dan calon Wakil Bupati Danang Maharsa akan merangkul semua stakeholder guna mewujudkan pembangunan di Kabupaten Sleman yang tepat sasaran, maju dan sejahtera.

Hal itu ia sampaikan kala debat Pilkada 2020 putaran ketiga, Kamis (13/11/2020) malam.

Debat Pilkada Kabupaten Sleman 2020 putaran ketiga, mengangkat tema keterlibatan stakeholder dalam pembangunan daerah.

Jalannya debat Kustini Sri Purnomo dan Danang Maharsa tampak tampil percaya diri, kompak dan tidak saling mendominasi.

Kustini Sri Purnomo dalam debat eksploratif pada segmen ke empat, menyampaikan role model pembangunan yang baik adalah dengan melibatkan lima komponen unsur atau pentahelix.

Unsur tersebut harus memiliki sinergitas, baik secara visi dan program yang dijalankan agar tidak saling tumpang tindih.

"Pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, masyarakat dan komunitas serta media harus saling dirangkul untuk berperan sesuai bidang masing-masing," ucap Kustini Sri Purnomo.

Keterlibatan setiap unsur dalam Pentahelix tersebut dimulai dari tahap paling awal yakni perencanaan. Kemudian dilibatkan dalam pelaksanaan kegiatan hingga tahapan evaluasi.

"Tentu (kita tanya) apakah pembangunan tersebut pro terhadap organisasi atau masing-masing unsur tersebut. Kita tidak membeda-bedakan. Kita libatkan dan kita minta masukan serta evaluasi dengan tujuan arah (pembangunan) yang lebih baik," jelas Kustini Sri Purnomo.

Salah satu upaya yang berhasil dalam konteks keterlibatan semua pemangku kepentingan di Kabupaten Sleman yang paling hangat adalah persiapan mitigasi bencana Gunung Merapi.

Semua leading sektor telah bergerak sedari dini guna meminimalisir timbulnya korban jiwa dari masyarakat.

"Ke depan kita akan libatkan peran dari perguruan tinggi salah satunya untuk memunculkan riset terhadap mitigasi bencana. Selain itu akses media massa juga untuk mengupdate informasi dan CSR perusahaan untuk bisa membantu pemulihan dari dampak bencana tersebut," tandas Kustini Sri Purnomo.

Sementara, dalam pendalaman visi-misi, Danang Maharsa menyampaikan gagasannya dalam mewujudkan harmoni di Kabupaten Sleman.

Hal ini menjadi penting mengingat banyaknya jumlah mahasiswa yang datang, sehingga semakin beragam etnis kelompok yang mewarnai Kabupaten Sleman.

"Kita bersama perguruan tinggi akan bersama-sama menanamkan tagline Jogja damai dan aman. Dari situ akan muncul rasa saling menghargai dan mengembalikan tujuan awal bahwasannya mahasiswa luar daerah ke Jogja terutama di Sleman untuk menuntut ilmu," terang Danang Maharsa.

Danang Maharsa juga menekankan Pemerintah Daerah tidak akan bisa berbuat apa-apa tanpa dukungan stakeholders.

Masukan dan kritikan stakeholders harus menjadi suntikan semangat dalam upaya pembangunan daerah.

"Memulihkan perekonomian, menghidupkan pariwisata, membangkitkan UMKM, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mewujudkan swasembada pangan, harus dimulai," pungkas Danang Maharsa. (*)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved