Hingga November, 168 Dokter Wafat Terinfeksi Covid-19, Terbanyak di Jawa Timur
Jumlah tenaga kesehatan yang wafat akibat terpapar virus corona di Indonesia terus bertambah.
TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Jumlah tenaga kesehatan yang wafat akibat terpapar virus corona di Indonesia terus bertambah.
Hingga pertengahan November ini, setidaknya ada 282 tenaga medis dan kesehatan yang meninggal dunia.
Ketua Tim Mitigasi IDI Adib Khumaidi mengatakan 282 tenaga medis yang meninggal tersebut terdiri dari 159 dokter, 9 dokter gigi dan 114 perawat.
"Yang terdiri dari 159 dokter dan 9 dokter gigi, dan 114 perawat," ujar Adib dikutip dari siaran pers IDI, Selasa (10/11/2020).
Para dokter yang wafat tersebut terdiri dari 84 dokter umum, 73 dokter spesialis, serta 2 residen yang berasal dari 20 IDI Wilayah (provinsi) dan 71 IDI Cabang (Kota/Kabupaten).
Adib memaparkan, data provinsi, jumlah kematian dokter tercatat terbanyak terjadi di Jawa Timur (36 dokter). Kemudian disusul DKI Jakarta (26 dokter), Sumatra Utara (24 dokter), Jawa Barat (12 dokter), Jawa Tengah (11 dokter), Sulawesi Selatan (7 dokter), Banten (6 dokter), Bali (5 dokter), Kalimantan Timur (5 dokter).
Selanjutnya, Aceh (5 dokter), Riau (4 dokter), Kalimantan Selatan (4 dokter), Sumatra Selatan (3 dokter), Kepulauan Riau (3 dokter), DI Yogyakarta (2 dokter), Nusa Tenggara Barat (2 dokter), Sulawesi Utara (2 dokter), dan Papua Barat (1 dokter), Sumatra Barat (1 dokter), Bengkulu (1 dokter), dan masih ada satu dokter menunggu verifikasi.
Baca juga: Ini Kebiasaan Keren Yang Wajib Dilakukan Masyarakat Kulonprogo Untuk Hadapi Pandemi Covid
"Dalam situasi pandemi saat ini, para petugas medis dan kesehatan adalah pahlawan dalam arti sebenarnya. Mereka berani dan kuat pada saat ketakutan," kata Adib.
"Mereka muncul setiap hari untuk melawan virus corona, bahkan sering kali dengan membahayakan kesehatan mereka dan keluarga mereka. Bahkan tidak sedikit yang kehilangan nyawa karenanya," lanjutnya.
Oleh karenanya, paling tidak yang bisa masyarakat lakukan adalah mematuhi protokol kesehatan dan memberikan dukungan moral dan mental.
Hal itu diharapkan bisa membantu mereka melewati krisis saat ini dan seterusnya.
"Dan kami juga berharap, pemerintah turut mengapresiasi pengorbanan setiap tenaga medis dan kesehatan yang terlibat dalam penanganan Covid-19 ini dengan memberikan jaminan kesehatan dan kesejahteraan dari negara," tegas Adib.
"Baik kepada tenaga medis dan kesehatan yang masih menjalankan tugasnya, maupun yang sedang dirawat, dan juga yang sudah wafat," tuturnya.
Dia menambahkan, apresiasi dari pemerintah dan masyarakat merupakan booster dan vitamin yang kuat untuk meningkatkan ketahanan mental para tenaga medis dan petugas kesehatan.(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "IDI: Sejak Maret-November, 282 Dokter dan Perawat Meninggal Akibat Covid-19
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/indonesia-kembali-berduka-dokter-miftah-berpulang-setelah-dirawat-5-hari-akibat-virus-corona.jpg)